Search
Senin 21 Oktober 2019
  • :
  • :

Media Sosial yang Kian Memprihatinkan (Bagian 1)

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemanfaatan media sosial di Indonesia saat ini berkembang luar biasa. Meski begitu, perkembangan teknologi informasi kehidupan di dunia nyata tidak pararel dengan kehidupan di dunia maya. Dan media sosial kini dipenuhi ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sikap intoleran dan anti Pancasila.

Demikian kekhawatiran tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Niken Widiastuti, suatu waktu saat berbciara dalam Forum Literasi Media bertema Memanfaatkan Media Sosial dengan Cerdas di Yogyakarta. ”Di dunia nyata kita masih bisa saling menghargai, saling menghormati, tapi di media sosial sekarang lebih banyak didominasi konten negatif berupa ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sikap intoleran dan penyebaran paham yang bertentangan Pancasila dan UUD 1945,” katanya. Dengan dinamika informasi yang berlangsung cepat sekali dan mudah dipertukarkan melalui gawai, menurut Niken setiap orang mudah berbagi informasi. “Istilahnya Ten To Ninety yang artinya 10 orang membuat konten negatif, kemudian 90 persen menyebarkannya dengan sukarela,” kata Niken.

Mengenai hoaks, Niken menyatakan, salah satu tujuan orang membuat Hoax di media sosial itu adanya perang ideologi. “Perang idiologi itu menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi dan Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila itu sudah final, sehingga kalau ada paham–paham yang bertentangan dengan Pancasila maka kitalah yang menjadi garda terdepan untuk meluruskannya,” tegasnya.

Kekhawatiran Niken, juga menjadi kekhawatiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Berulang kali Jokowi mengaku prihatin dengan kondisi apa yang terjadi di media sosial. Jokowi memang terlihat kerap memberikan kritik tajam terhadap pemanfaatan media sosial. Jokowi membaca penuhnya media sosial mengenai Indonesia dengan konten yang berbau provokasi dan berisi fitnah. Menurut Presiden, hal tersebut yang harus diperbaiki karena tindakan-tindakan tidak terpuji itu bukan merupakan karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
“Kalau kita lihat di media sosial pada satu bulan belakangan ini isinya saling menghujat, isinya saling mengejek, isinya saling memaki, isinya banyak fitnah, isinya adu domba, provokasi,” sesalnya.

Jokowi berharap, masyarakat untuk menghindari saling hujat di media sosial sebab tindakan tersebut bukan merupakan tata nilai bangsa Indonesia dan Umat Islam di Tanah Air. “Kita tidak mau kita rusak, infiltrasi masuk, kita jadi bangsa yang suka saling hujat, memaki, memfitnah, mengadu domba, bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun yang baik akhlakul karimah yang baik,” harapnya.

Selanjutnya >>

 

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *