Search
Minggu 15 Desember 2019
  • :
  • :

Mekari Innovator Lab, Ajang Kompetisi Membangun Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia dengan potensi kekayaan yang sangat besar baik potensi sumber daya alam, keragaman budaya, maupun sumber daya manusia, perlu mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam pembangunan nasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi kekayaan yang dimilikinya. Ekonomi kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumber daya manusia, berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Jika sumber daya manusia Indonesia yang jumlahnya sangat besar memiliki kemampuan untuk berkreasi untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah, maka kreativitas tersebut akan menjadi sumber daya terbarukan yang tidak ada habisnya. Kreativitas akan mendorong dihasilkannya produk-produk manufaktur dan jasa yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kreativitas dan inovasi juga akan menjadikan warisan budaya dan kearifan lokal berkontribusi besar tidak hanya bagi perekonomian nasional namun juga bagi peningkatan citra bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

Pengembangan ekonomi kreatif saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan hambatan. Rencana Induk Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia menuju 2025 mengidentifikasi tujuh isu utama yang menjadi tantangan bagi perkembangan ekonomi kreatif, yaitu sumber daya manusia kreatif, bahan baku, daya saing industri, pembiayaan, pasar, infrastruktur dan teknologi.

Mekari​, sebagai perusahaan teknologi yang bergerak di bidang ​Software-as-a-Service ​(Saas) merasa perlu turut andil dalam upaya pembangunan kreativitas dan inovasi dalam bidang teknologi digital, dengan menargetkan generasi muda, khususnya mahasiswa.

Latar belakang inilah yang mendasari ​Mekari mengadakan ​Mekari Innovator Lab​, sebuah kompetisi dan ​workshop ​intensif selama 3 hari, bertujuan membangun daya saing dan jiwa kompetisi positif mahasiswa dalam membuat aplikasi digital inovatif melalui pendekatan eksperimen​.

Suwandi Soh selaku CEO Mekari ​menjelaskan alasan di balik diselenggarakannya ​Mekari Innovator Lab​, “Inovasi produk adalah salah satu budaya yang kami banggakan dan dijunjung di Mekari. Kami percaya bahwa semangat inovasi, baik di level mahasiswa atau pun pebisnis, bisa membawa perubahan bagi UMKM, masyarakat, dan negara. Melalui ​Mekari Innovator Lab​, kami ingin berkontribusi dengan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk belajar berinovasi dan membagikan resep rahasia kami. Harapannya, dari peserta program ini, muncul wirausaha dan profesional muda yang bisa mendorong UMKM menjadi lebih baik”.

Di ​Mekari Innovator Lab​, peserta akan ditantang mengembangkan aplikasi yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi UMKM. Mereka akan mendapat kesempatan bertemu langsung calon pengguna, merancang dan menguji prototipe aplikasi, hingga melakukan presentasi di depan jajaran pimpinan ​Mekari​.

Selama ​workshop, p​ eserta akan dibimbing oleh para ahli dari tim Product di ​Mekari ​antara lain; Stevens Jethefer (Senior Product Owner, Mekari), Ivana Widjaya (Senior Product Owner, Mekari), Stephanie Anggun (User Experience Researcher, Mekari), serta mentor-mentor eksternal yang diundang khusus dari ​startup h​ ingga BUMN.

Mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam ​Mekari Innovator Lab harus membentuk tim beranggotakan 3 orang dari universitasnya. Namun, semua pendaftar harus mengikuti rangkaian seleksi berupa studi kasus hingga terpilih 10 tim yang bisa mengikuti ​workshop d​ an melaju ke babak final. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi mahasiswa semua jurusan hingga 29 Desember 2019, via laman ​innovatorlab.mekari.com

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *