Search
Rabu 24 Juli 2019
  • :
  • :

Menkominfo Ajak Dewan Pers Evaluasi Keberadaan Media Online

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah selain akan bertindak tegas terhadap penyebar berita bohong alias hoax, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga akan menggandeng Dewan Pers untuk mengevaluasi berita yang dibuat situs-situs media online. Kominfo menargetkan Januari 2017 akan mencapai keputusan dengan Dewan Pers.

“Kominfo punya concern yang sama terkait dengan kaidah jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers di media online,” kata Rudiantara. Menurutnya, evaluasi diperlukan karena banyak media online yang mengatasnamakan situs berita, tapi tidak menjalankan kaidah jurnalistik.

Dijelaskan Chief RA, situs berita yang benar-benar menjalankan Undang-Undang pers tidak sampai 500. Namun demikian, menurutnya, pemerintah belum sampai pada keputusan apakah akan memblokir situs berita yang tidak sesuai UU Pers. Kominfo akan menyerahkan keputusan pelanggaran UU Pers kepada Dewan Pers. “Yang paling tahu media online masuk kategori media dalam UU Pers kan teman-teman Dewan pers,” kata Rudiantara.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo meminta situs atau media sosial yang menyebarkan berita bohong (hoax) atau kebencian ditindak tegas. Jokowi tidak ingin energi masyarakat terkuras hanya karena persoalan yang dipicu media sosial.
Selain itu, Presiden meminta agar dilakukan gerakan edukasi dan literasi bagi pengguna media sosial.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *