Search
Selasa 23 Juli 2019
  • :
  • :

Menkominfo: Indonesia Masih Harus Mengejar Ketertinggalan Konektivitas

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan Indonesia masih harus mengejar pembangunan infrastruktur dan konektivitas secara fisik. Saat ini, posisi Indonesia menurut Rudiantara berada di posisi keenam di antara negara-negara ASEAN. Demikian dikatakan Rudiantara dalam Peringatan HUT Indotelko.com yang ke 5 di Balai Kartini, Kamis (15/12/2016).

“Guna menjangkau seluruh daerah di Indonesia dengan jaringan pita lebar (broadband), demi meningkatkan posisi Indonesia dalam bidang infrastruktur TIK se-ASEAN yang saat ini masih berada di peringkat keenam. Pemerintah bersama-sama dengan para pemain dan juga stakeholders memiliki visi untuk meningkatkan posisi Indonesia ke peringkat ke-2 pada tahun 2019. Setidaknya dari backbone point of view, we will be there,” harapnya.

Diakui Menteri Kominfo, masih ada 114 ibukota daerah yang belum terhubung melalui broadband. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan public-private partnership, atau kerjasama pemerintah dan badan usaha, termasuk operator untuk membangun broadband di daerah tersebut. Namun pembangunan infrastruktur untuk seluruh daerah tersebut tidak dibebankan sepenuhnya kepada operator telekomunikasi. “Karena tidak ada kewajiban bagi operator untuk membangun backbone di semua daerah di Indonesia. Perusahaan telekomunikasi di Indonesia berhak memilih dan menentukan region yang mana yang mau mereka bangun,” kata Rudiantara.

Sementara untuk kawasan yang tidak tercover layanan dan tidak feasible secara bisnis bagi operator, akan dapat dibangun dengan kontribusi operatir melalui dana Universal Service Obligation (USO). Dengan Dana USO itu, pemerintah membangun infrastruktur di daerah-daerah tersebut, salah satunya melalui proyek Palapa Ring. “Operator berkomitmen kepada pemerintah, di akhir tahun 2018 membangun 57 daerah yang belum terhubung melalui broadband tersebut. Dan 57 lainnya dibangun oleh pemerintah,” kata Rudiantara.

Rencananya Proyek Palapa Ring akan menyediakan koneksi dari barat hingga timur Indonesia. Proses pembangunan untuk di area barat dan tengah sudah dimulai, sementara financial closing pembangunan area timur akan dilakukan awal 2017 nanti, dan seluruhnya ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2019. Selain 57 kabupaten, ada 28 titik yang juga turut akan dibangun sebagai penyambung dengan titik yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati akses internet cepat. Saat ini, rata-rata kecepatan internet di Jakarta adalah 7 Mbps.

Pembangunan sarana telekomunikasi dan informatika di wilayah perbatasan sesuai dengan amanat poin ketiga Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat desa-desa dan daerah-daerah dalam kerangka negara persatuan. Dan pembangunan infrastruktur itu merupakan bukti keseriusan pemerintah memenuhi kebutuhan infrastruktur publik di sektor telekomunikasi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Rudiantara menyatakan kembali e-commerce sebagai masa depan ekonomi Indonesia. Menurutnya, Kominfo telah menyiapkan peta jalan guna membentuk ekosistem dan struktur e-commerce di Indonesia. “Peta jalan sangat penting karena perkembangan e-commerce di Indonesia saat ini sudah makin pesat, sehingga perlu pedoman agar pertumbuhannya semakin optimal,” jelasnya.

Menkominfo kembali menyampaikan, terdapat tujuh isu utama dalam peta jalan e-commerce di Indonesia. Isu pertama terkait masalah pendidikan dan sumber daya mineral (SDM) yang didorong dengan membentuk manajemen pelaksana peta jalan, meningkatkan kesadaran pendidikan bagi konsumen, hingga memasukkan mata pelajaran coding sebagai bagian dari kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tahun ajaran 2016/2017.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *