Search
Senin 16 September 2019
  • :
  • :

Menkominfo Minta Fintech Berperan dalam Sistem Pembayaran ke Dalam dan Luar Negeri

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikais dan Informatika Rudiantara meminta agar financial technology (fintech) dapat berperan dalam  sistem pembayaran dari dalam dan luar negeri. Dalam pandangannya, biaya sekarang dikeluarkan untuk remitansi ini sangat mahal, sehingga fintech diharapkan bisa mempermurah biaya yang selama ini dikenakan.

Demikian dikatakan Chief RA, demikian biasa dia dipanggil, dalam acara Asean Corporate Culture Forum (ACCF), di Jakarta. “TKI kita di Hong Kong biasanya mengirimkan uang sekitar Rp.2,5 juta per bulan dengan biaya Rp 50.000, berapapun pengirimannya ya biayanya segitu. Inikan mahal sekali,” katanya.

Untuk itu, Chief RA melihat bahwa fintech juga dibutuhkan untuk transaksi pembayaran. Seperti dalam kasus di Hong Kong itu ada operator telekomunikasi, di sana bisa dikembangkan aplikasi karena di Hong Kong banyak buruh migran asal Indonesia. Remitansi ini bisa dilakukan dengan aplikasi mobile money transfer.

Menurutnya, dengan cara tersebut, maka biaya pengiriman bisa menjadi lebih murah daripada biaya pengiriman menggunakan jaringan perbankan. Jika biaya murah, katanya, maka para TKI yang ingin mengirimkan uang tidak perlu menanggung biaya mahal per sekali kirim. “Jika itu terjadi, maka perbankan Indonesia yang ada di luar bisa ditutup saja karena ada jalur pengiriman yang lebih murah,” ujarnya.

Ditambahkan Rudiantara, saat ini teknologi informasi mulai merajai industri jasa keuangan. Jadi pengiriman uang akan dilakukan secara transparan. “Fenomena ini akan terjadi di masa depan, mau tidak mau kita harus siap dengan perubahan yang terjadi. E-wallet yang bisa digunakan mengirimkan uang dari Hong Kong ke Indonesia. Memang harus dikonversi dari Hong Kong dolar ke Rupiah, bagaimana kurs nya itu memang yang atur bank sentral,” pungkasnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *