Search
Senin 21 September 2020
  • :
  • :

Menkominfo: Terapkan 3I Agar Jadi Pemenang di Era Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate menyatakan pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi para siswa dan mahasiswa untuk mengasah keahlian sebelum  memasuki dunia kerja. Bahkan Menteri Kominfo mendorong generasi milenial untuk menjadi inventor, inovator dan investor agar bisa menjadi pemenang di era digital.

“Para mahasiswa di samping belajar untuk mendapatkan ilmu di kampus, juga harus siap untuk mengisi kebutuhan Indonesia zaman ini. Perspektif ini tidak saja untuk selesai sekolah, tapi menjadi inventor, innovator, dan harus mengambil posisi sebagai investor baru Indonesia,” ujarnya dalam Webinar Pekan Raya Nasional Mahasiswa 2020, dari Jakarta, Minggu (13/09/2020).

Momentum pandemi menurut Menteri Johnny perlu dimanfaatkan oleh mahasiswa di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian. Pemerintah, menurutnya telah membuat kebijakan blended learning melalui pelajaran daring yang  harus dilakukan guna mengatasi tantangan dan beban bagi para mahasiswa, siswa, pendidik guru maupun dosen pada berhadapan dengan Covid-19.

“Kombinasi belajar mempertimbangkan wilayah-wilayah tertentu yang dari sisi epidemi di dalamnya sudah bisa dikendali, bisa sekolah, dan tatap muka. Tapi, ada di wilayah-wilayah tertentu yang epideminya di dalamnya belum bisa terkendali,” paparnya.

Menteri Kominfo menyatakan dirinya telah bertemu dan mengajak operator-operator seluler mengalokasikan dana korporasinya masing-masing untuk membantu pembelajaran online atau daring teleeducation ini.

“Operator-operator seluler seluruhnya, mulai dari awal bulan Maret yang lalu sudah mengalokasikan 1,9 triliun bentuk subsidi-subsidi paket-paket data gratis bagi para pelajar kita. Hanya, ini dikelola langsung oleh operator seluler. Kominfo tentu tidak ikut karena ini dana koperasi,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, kebijakan tersebut juga diambil dengan memperhatikan keluhan dan kendala masyarakat mengenai beban biaya untuk pulsa kuota internet dari pelosok tanah air dan “Pemerintah telah mengalokasikan dana dari APBN untuk paket-paket internet bagi Pesantren melalui Kementerian Agama. Sedangkan Kementerian Kominfo, bukan Kementerian sektor yang berhubungan dengan pendidikan. Namun, berhubungan dengan membangun infrastrukturnya,” tegasnya.

Menteri Kominfo menyatakan, diirinya bersama Menteri Agama dan Menteri Bappenas telah  melakukan pertemuan juga bersama Menteri Pendidikan dan Menteri BUMN, untuk membicarakan bagaimana mengalokasikan insentif APBN untuk para mahasiswa, siswa, para pendidik di sekolah umum.

“Para siswa itu jumlahnya sekitar 44 juta di Indonesia di luar pesantren. Para mahasiswa sekitar 8 juta. Jadi, sudah 52 juta lebih dan belum ditambah para pendidik. Jadi, total sekitar 53 juta lebih itu sudah disediakan alokasi dana hampir 8 triliun sampai dengan bulan Desember tahun 2020 untuk pulsa gratis bagi para siswa, mahasiswa, dan para pendidik,” paparnya.

Mengenai teknis pelaksanaan, Menteri Johnny menyatakan hal itu diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. “Kominfo hanya memberikan dukungan, yang kami perhatikan adalah menjaga bandwith yang cukup,” jelasnya.

Ambil Bagian

Dalam Webminar itu, Menteri Kominfo menyatakan Pemerintah mendorong akselerasi transformasi digital dengan membangun infrastruktur dan pusat data serta menyiapkan regulasi. Bahkan, juga menyiapkan pelatihan untuk talenta digital.

“Sekarang ini dengan memiliki ijazah saja tidak cukup. Sebagai mahasiswa, perlu juga untuk mempunyai skill. Dan ini momentumnya,” tegasnya.

Menteri Johnny menyatakan, kesadaran dan perhatian mahasiswa akan isu sosial politik merupakan hal yang bagus. Namun, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia juga membutuhkan pemuda yang menguasai ruang teknologi dan ekonomi.

“Tidak saja sosial politik, tetapi ekonomi dan teknologi juga menjadi subjek yang penting yang diperhatikan oleh generasi muda kita, khususnya para mahasiswa dan para siswa kita,” tandasnya.

Menurut Menteri Kominfo, hal itu sangat penting karena ke depan persaingan antarbangsa adalah persaingan dalam hal kualifikasi sumberdaya manusia, bisnis dan teknologi informasi dan komunikasi.

“Dengan pengguna internet di Indonesia mencapai 175 juta, 60% lebih bahkan dari populasi nasional, ekonomi digital Indonesia bertumbuh dan berkembang luar biasa sehingga banyak sekali global technology company yang datang ke Indonesia karena mereka melihat masa depan daya beli yang kuat,” ungkapnya.

Menteri Johnny menegaskan meski saat ini berlangsung pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang bagi gerenasi muda untuk bisa berprestasi. “Covid-19 tidak boleh menghentikan kita. Kita harus lakukan itu dengan membangun sisi optimisme, sisi pandang baru, kreasi-kreasi yang baru. Jangan sampai ekonomi digital, ruang digital, dan keahlian yang kita miliki digunakan oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Menteri Kominfo berpesan kepada para Mahasiswa Indonesia saat ini agar turut mengambil bagian dan menguasai TIK Indonesia untuk menjadi talenta-talenta yang kuat untuk menguasai hulu sampai hilir di teknologi informasi.

“ICT begitu pentingnya bagi masa kini dan masa depan. Gunakanlah kesempatan ini, kuliah jalan terus, cepat-cepat tamat. Tapi saya titip sebagai Menteri Kominfo, ambil bagian dan menjadi pemenang di digital ekonomi kita dan di ruang digital kita,” harapnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *