Search
Rabu 11 Desember 2019
  • :
  • :

METRODATA Raih Kenaikan Laba Bersih 32,3% di Semester I-2019

MAJALAH ICT – Jakarta. PT. Metrodata Electronics Tbk (Metrodata) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I tahun 2019. Metrodata meraih laba bersih sebesar Rp 152,52 miliar di semester pertama tahun ini, atau mengalami pertumbuhan sebesar 32,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 115,28 miliar.

Strategi diversifikasi segmen bisnis dan produk yang diterapkan Metrodata sejak beberapa tahun lalu menjadi salah satu penunjang terbesar positifnya kinerja di semester I tahun 2019. “Metrodata ini diversified bukan hanya produknya tetapi juga segmen bisnisnya, jadi saat terjadi perubahan segmen bisnis atau preference produk, Metrodata tetap bertumbuh karena risikonya juga ter-spread, itulah yang membedakan kami dari pesaing lain,” ungkap Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk.

Total penjualan Metrodata pada semester I-2019, tercatat meningkat, mencapai Rp 6,16 triliun, atau naik 13,7% dari Rp 5,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Kontribusi terbesar terhadap penjualan masih berasal dari unit bisnis Distribusi, namun pertumbuhan penjualan paling tinggi berasal dari unit bisnis Solusi“ ungkap Susanto. Meningkatnya kesadaran akan perlunya transformasi digital ke arah revolusi industri 4.0 juga menjadi pondasi bagi Metrodata untuk bertumbuh di semester I tahun 2019. “Korporasi sudah semakin aware untuk melakukan transformasi digital, tren ini menyebabkan demand meningkat, sehingga tahun ini unit bisnis Solusi Metrodata bertumbuh besar,” tambahnya.

Dari sisi unit bisnis Distribusi di bawah pengelolaan anak usaha PT Synnex Metrodata Indonesia (“SMI”), Metrodata memiliki dua segmen utama, yaitu Consumer (penjualan kepada dealer) dan Commercial (penjualan ke segmen korporasi melalui Perusahaan Solusi TIK). Randy Kartadinata, Direktur Metrodata menambahkan “Pertumbuhan penjualan ke segmen Consumer sedikit melambat di bulan April 2019 karena banyak dealer mengurangi stock sambil menunggu pengumuman pilpres. Namun hal ini dikompensasi dengan kenaikan penjualan ke segmen Commercial yang lebih baik karena kesadaran akan transformasi digital sebagai hasil dari strategi diversifikasi segmen. Kemudian, di bulan Juni 2019 permintaan dari dealer kembali tumbuh karena mereka mulai menambah stock setelah kondisi politik yang lebih pasti, yang menyebabkan penjualan ke segmen Consumer mulai meningkat.”

Sementara itu, unit bisnis Solusi Metrodata di bawah entitas anak PT Mitra Integrasi Informatika (“MII”) mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan di paruh pertama 2019 menjadi Rp 1,46 triliun di semester I-2019, atau naik 34,9% dari Rp 1,08 triliun di semester I-2018 sebagai hasil dari strategi diversifikasi segmen pelanggan yang mulai mengarah ke segmen perusahaan skala kecil dan menengah yang membutuhkan solusi digital. Meskipun demikian, kontribusi pelanggan segmen korporasi dari berbagai sektor seperti Financial Services, E-commerce, Mining dan Manufaktur menjadi bagian terbesar pertumbuhan pendapatan unit bisnis Solusi.

Randy menambahkan, “Sebagai digital solution provider, unit bisnis Solusi terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya. Beberapa di antaranya adalah dengan menyediakan solusi spesifik yang memudahkan terhubungnya core system suatu bank dengan para merchant, solusi industri pendidikan, yang membantu para universitas dalam mengintegrasikan seluruh proses administrasi pembelajaran serta solusi- solusi lain seperti Robotic Process Automation (RPA). Teknologi RPA membantu mempercepat proses bisnis yang berulang dan masih manual. Dengan menggunakan teknologi ini maka banyak pekerjaan manual dan berulang dapat diotomasi dan dijalankan oleh virtual robot, sehingga karyawan dapat berkonsentrasi melakukan pekerjaan yang lebih strategis.”

Masih dalam upaya mendukung para klien Metrodata ke arah solusi terpadu Internet of Things (IoT), Metrodata melalui SMI pada Juli ini baru ditunjuk menjadi authorized distributor dari Supermicro yang merupakan perusahaan terkemuka penyedia utama teknologi inovator yang mengedepankan performa tinggi serta server berteknologi efisiensi tinggi. Supermicro juga merupakan produk komputasi hijau yang mendukung pembangunan smart city.

Di bulan yang sama, SMI juga ditunjuk oleh Sennheiser sebagai distributor untuk memasarkan Sennheiser Enterprise Solution kategori audio visual untuk penggunaan di perkantoran serta pribadi. Hal ini menambah rangkaian lebih dari 90 merek yang ditawarkan melalui saluran distribusi Grup Metrodata, yang juga merambah kepada jenis home appliances seperti juicer, blender, vacuum cleaner, personal care (hairdryer, shaver, dsb), serta smart consumer tools (bor listrik) melalui modern market channel. “Dengan jaringan pemasaran yang sudah terbentuk dan terbuka luas ke seluruh Indonesia, Metrodata mampu menyalurkan produk-produk TIK maupun home appliances. Ditopang oleh strategi diversifikasi bisnis yang baik, Perusahaan memiliki value added sehingga dipercayai sebagai mitra berbagai brand kelas dunia untuk menjadi channel pemasaran produk dan layanan mereka,” ungkap Randy.

Lebih lanjut, Randy mengatakan kinerja keuangan Metrodata pada semester I-2019 masih sesuai dengan target tahun 2019. “Dengan melihat pencapaian di semester pertama tahun ini, kami optimis Metrodata dapat melampaui target pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang dicanangkan pada awal tahun ini sebesar 12% dan 12,5%,” ujarnya. ”Semua raihan ini dapat tercapai atas diversifikasi segmen bisnis yang baik serta upaya masing-masing unit bisnis Metrodata dalam mendukung para pelanggan dan mitra dalam melakukan transformasi digital. Metrodata diuntungkan pula dengan diversifikasi produk yang begitu banyak, sehingga bisa menyeimbangkan pertumbuhan ke depannya,” ujar Randy sambil menutup siaran persnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *