Search
Senin 23 Oktober 2017
  • :
  • :
metrodata-solution

Metrodata Solution Day Menjawab Tantangan Penyediaan Solusi TIK Bagi Pelaku Bisnis

MAJALAH ICT – Jakarta. Mengusung tema “Digital & Business Disruption”, acara Metrodata Solution Day 2017 (MSD 2017) kembali digelar dalam menjawab tantangan atas penyediaan solusi Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pelaku bisnis di Indonesia. Lebih dari 1.000 profesional TI dan pelaku bisnis hadir untuk menjadi bagian dari konferensi dan eksibisi sehari penuh ini.

Perubahan teknologi yang sangat cepat berakibat gangguan masif disegala bidang industri. Alih-alih berpikir cerdas dan berinovasi menghadapi tantangan hal-hal baru diluar sana, beberapa industri ada yang terlambat menghadapinya yang berdampak pada ditinggalkan para pengguna dan pelanggannya. Disruption dapat mengubah segala hal, sehingga cara-cara lama berbisnis menjadi ketinggalan jaman, mutlak harus berinovasi. Disruption dapat terjadi dimana-mana. Bila kita mampu menghadapi dan menyiasati distruption, maka disruption akan berdampak pada penghematan biaya melalui proses menjadi lebih simpel, kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, berpotensi menciptakan pasar baru, produk atau jasa yang dihasilkan menjadi lebih terjangkau atau mudah diakses, menjadi lebih pintar dalam berbisnis.

Disruption adalah sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan yang baru. Termasuk didalamnya teknologi digital yang akan menjadi pendorong dalam menghasilkan hal-hal baru yang lebih efisien dan bermanfaat. Ke depan tren Internet of Things juga akan sangat berperan.

Disruption harus dilihat bukan sebagai momok bagi sebuah organisasi, namun bisa dijadikan sebagai salah satu jalan menuju perubahan untuk berinovasi. Ketika dunia teknologi berubah, kami tidak tinggal diam, banyak hal yang kami lakukan agar tidak tertinggal dan menjadi sejalan dengan tren TI. Proses bisnis yang awalnya konvensional kami ubah menjadi online. Hal ini berdampak pada efisiensi waktu, hemat biaya, proses bisnis menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan akurat”, kata Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics, Tbk.

“Era digital baru dewasa ini adalah revolusi industri berikutnya dimana data menjadi faktor pendorong utama. Kenyataan ini mengubah tatanan bisnis dan masa depan kita tanpa kompromi,” ujar Catherine Lian, Managing Director, Dell EMC Indonesia. “Dell EMC meyakini perubahan luar biasa ini menciptakan berbagai peluang yang membuat berbagai perusahaan harus memikirkan ulang proses bisnis mereka agar bisa lebih lincah, fleksibel, inovatif, fokus pada pengguna dan pelanggan. Teknologi memainkan peranan penting untuk membantu berbagai perusahaan tersebut dapat memanfaatkan semua peluang yang ada.”

Menurut Mulia Dewi Karnadi – One CommercialPartner&Small, Medium, Corporate Director, Microsoft Indonesiabahwa Pemimpin bisnis di Indonesia menunjukkan urgensi untuk beradaptasi di Revolusi Industri ke-4 yang mengaburkan batasan antara dunia fisik, digital, dan biologis. Dalam studi bertajuk ‘The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise’[1], sebanyak 90% pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan perlu melakukan transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Sayangnya, hanya 27% yang telah memiliki strategi transformasi digital menyeluruh. Sebanyak 51% sisanya masih merencanakan proses transformasi digital dan sebanyak 22% belum memiliki strategi apapun.

Mulia Dewi Karnadi menjelaskan, “Organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi kurang kompetitif. Oleh sebab itu, Microsoft mendorong setiap organisasi untuk segera melakukan transformasi digital di era berbasis teknologi ini agar mampu beradaptasi dengan perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal.”

“Disrupsi digital harus disikapi sebagai sebuah kesempatan untuk mentransformasi cara bisnis dikelola dengan lebih baik dan juga mengubah cara kita berinteraksi dengan pelanggan. Disrupsi digital yang kini kita alami dimulai dengan kemunculan teknologi komputasi sosial, mobile, dan awan yang mengarah ke model bisnis dan ekonomi baru dengan fokus yang dalam untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pelanggan,”.

“Tempat kerja modern merupakan salah satu contoh dari disrupsi digital, yang kini terjadi. Karyawan dapat mengatur pertemuan dengan pihak lain di negara yang berbeda menggunakan Skype for Business, membagikan tampilan dan fungsi desktop mereka untuk melakukan presentasi dengan mudah, mengakses catatan kelompok yang dapat diedit dengan OneNote, memberikan catatan pada SharePoint untuk diedit dan diperiksa oleh anggota kelompok, dan menyimpan dokumen pada OneDrive untuk akses yang mudah dimasa kini dan masa yang akan datang. Namun, alat disrupsi teknologi saja tidak akan dapat membantu untuk mencapai produktivitas perusahaan. Perusahaan hanya dapat beroperasi dengan baik saat karyawan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi ini dengan baik dan menyeluruh, untuk menciptakan produktivitas perusahaan yang benar-benar efektif. Kami sangat senang karena Metrodata Electronics memiliki inisiatif untuk mengedukasi lebih banyak orang mengenai disrupsi digital dan bagaimana hal ini sebenarnya memiliki pengaruh yang kuat pada bisnis mereka. Kami siap untuk mendukung inisiatif ini dengan menyediakan teknologi kami yang dapat membantu setiap orang dalam memasuki era transformasi digital.”

“Kunci sukses di era disrupsi digital saat ini adalah kelincahan. Perusahaan saat ini seharusnya dapat memanfaatkan banyaknya inovasi teknologi yang disediakan oleh berbagai vendor cloud publik maupun privat, untuk mewujudkan peluang bisnis yang bernilai tambah,” ujar Paul Serrano, Chief Evangelist APJ of Nutanix ASEAN. “Nutanix Enterprise Cloud Platform menghadirkan kemudahan dan kesederhanaan bagi pelanggan untuk mengelola seluruh inovasi tersebut dengan menawarkan prinsip One OS and One Click, on Any Cloud. Solusi ini akan membuat pelanggan menjadi lebih lincah dalam memanfaatkan berbagai inovasi tersebut untuk perkembangan bisnis di masa depan.”

“Selama lebih dari satu dekade, PT Mitra Integrasi Informatika (MII), entitas anak Perseroan telah membuat bisnis lintas sektor seperti jasa layanan keuangan, media dan komunikasi mampu menangani tantangan bisnis mereka dengan menawarkan teknologi yang telah disesuaikan. Mengingat Indonesia sedang bertransisi ke ekonomi terdigitalisasi, kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan data adalah kuncinya. Platform analisis data intuitifQlik bersama dengan layanan konsultasi MII yang komprehensif membantu organisasi mendapatkan nilai nyata dari investasi data mereka dengan memberikan akses data yang mudah dimanfaatkan bagi pengguna bisnis. Bersama-sama, kami membuatnya lebih mudah bagi perusahaan lokal guna melihat seluruh cerita dalam data mereka”, kata Wee Luen Chia, Managing Director of Qlik, ASEAN.

Konferensi dan Eksibisi yang diadakan dalam satu hari ini akan menampilkan 9 sesi utama dan 35 track sessions dengan pembahasan luas tentang berbagai aspek trend solusi seperti Business Insight, Cloud Transformation, Mobile Workspace, Applications Transformation, Data Center Transformation dan Security Transformation. MSD 2017 juga menyediakan stan eksibisi menampilkan berbagai solusi teknologi terkini dari mitra bisnis Metrodata sekaligus tempat berkonsultasi secara langsung dengan para ahli teknologi.

 




Tinggalkan Balasan