Search
Rabu 26 September 2018
  • :
  • :
ide-mikta

MIKTA Fokus Dorong Ekonomi Digital yang Semakin Inklusif

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyelenggarakan MIKTA Experts’ Meeting on Inclusive Digital Economy Hub untuk pertama kalinya. “Kegiatan berlangsung selama dua hari dari 10-11 Juli 2018 dan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan visibilitas MIKTA di tingkat global dan memajukan peran MIKTA sebagai katalisator berbagai inisiatif baru,” demikian dijelaskan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian A. Ruddyard pada pembukaan acara MIKTA Experts’ Meeting di Jakarta.

MIKTA Experts’ Meeting merupakan bagian dari program fungsional selama Keketuaan Indonesia pada MIKTA 2018 yang bertujuan mendorong diimplementasikannya model bisnis digital yang inovatif di antara negara-negara-negara MIKTA guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Indonesia menjadi koordinator forum kerja sama Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA) tahun 2018 dengan mengusung tema “Fostering Creative Economy and Contributing to Global Peace”.

“Kegiatan MIKTA Experts’ Meeting hari ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait upaya pengembangan prototipe MIKTA Inclusive Digital Economy (IDE) Hub,” tegas Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Lis Sutjiati, saat memaparkan maksud diadakannya pertemuan dimaksud. Tujuan MIKTA IDE Hub adalah untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah dalam mereplikasi dan scaling up model bisnis digital dengan manfaat konkret.

Kegiatan yang mengambil format round-table discussion itu menghadirkan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Duta Besar Meksiko dan delegasi pemerintah Australia, Korea Selatan, Turki dan Meksiko, serta melibatkan pejabat Kementerian/Lembaga terkait, perwakilan Bank Dunia, sektor swasta dan think tank di Indonesia.

“Pada era revolusi industri keempat ini, digitalisasi telah dan akan terus mengubah sifat dan jenis pekerjaan,” ungkap Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral pada sambutan pembukaannya. Untuk itu, risiko dan peluang dari kemajuan teknologi harus dikelola secara saksama.

Beberapa topik pembahasan pada MIKTA Experts’ Meeting antara lain meliputi dampak positif ekonomi digital dalam mengatasi kesenjangan kesejahteraan, fokus area ekonomi digital inklusif (sharing economy, workforce digitalization, dan financial inclusion) dan berbagai contoh model bisnis digital di negara MIKTA. “Faktor-faktor penyebab kesenjangan kesejahteraan di antaranya adanya kesenjangan kesempatan, akses yang tidak merata terhadap pekerjaan yang layak dan ketidakmampuan mengatasi shock,” papar Vivi Alatas, Lead Economist Bank Dunia Jakarta.

Indonesia juga baru saja menyelenggarakan MIKTA Africa Policy Dialogue di kantor pusat Uni Afrika di Addis Ababa pada 4-6 Juni 2018. Beberapa kegiatan mendatang MIKTA lainnya pada tahun 2018 antara lain MIKTA Culinary Program, MIKTA Tourism Operators’ Network Meeting dan MIKTA Start-Up Fest. “Tujuan diadakannya kegiatan-kegiatan semacam ini adalah sebagai bentuk komitmen Indonesia mewujudkan dalam mewujudkan deliverables konkret selama keketuaannya pada MIKTA tahun 2018,” pungkas Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral.

MIKTA merupakan kerja sama inovatif yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia yang dibentuk pada tahun 2013. MIKTA bertujuan mendukung upaya penguatan tata kelola pemerintahan global dan mempunyai peran sebagai ‘consensus maker‘ dan ‘bridge builder‘ antara negara-negara berkembang dan maju.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *