Search
Jumat 5 Maret 2021
  • :
  • :

Moselo Hadir di Indonesia, Menghubungkan Pelaku Industri Kreatif dan Konsumen

MAJALAH ICT – Jakarta. Moselo, “aplikasi” chat-commerce pertama di Indonesia, hadir sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri kreatif dengan konsumen agar para pelaku industri kreatif dapat menjangkau klien potensial yang lebih luas. Moselo didirikan berdasarkan pengalaman pendiri Moselo, dengan inspirasi yang mendorongnya untuk berbuat bagi sesama pelaku industri kreatif. Moselo menjadi wadah bagi creativepreneur untuk berani tampil dengan usaha yang mereka miliki, karena Moselo percaya banyak pekerja kreatif yang dapat berperan untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia.

Richard Fang selaku Founder dan CEO dari Moselo menceritakan kisah dibalik terbentuknya Moselo, “Sebagai seorang desaigner, saya familiar dengan industri kreatif, sehingga saya cukup memahami tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri kreatif. Saya berharap, Moselo dapat menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif agar dapat terhubung dengan mudah kepada konsumen, dan turut meningkatkan tumbuhnya industri kreatif di Indonesia.”

“Selain itu, saya mengalami sendiri proses panjang yang harus di lalui ketika saya dan istri mempersiapkan pernikahan. Dimulai dari browsing, dealing hingga pembayaran, kami cukup menghabiskan waktu dan tenaga untuk kontak semua vendor, lewat berbagai aplikasi yang berbeda. Hal ini cukup banyak menyita waktu dan rasanya kurang efisien, yang kemudian membuat saya berpikir, kenapa tidak semua jasa kreatif ini disatukan dalam satu wadah, dengan fitur komunikasi dan transaksi yang lengkap, di satu tempat. Dari pemikiran itu, tercetuslah ide untuk membuat Moselo.”

Sebagai pionir chat-commerce di Indonesia, Moselo dilengkapi dengan integrated chat-commerce features seperti Order Card, Payment Confirmation, dan Payment Gateway yang bisa diakses melalui chat room. Moselo pun memudahkan konsumen untuk menjalankan proses browsing, conversing dan consultation, serta shopping dalam satu aplikasi.

Keinginan Richard untuk menghubungkan pelaku industri kreatif di Indonesia mendasar pada data dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), tentang belum optimalnya penggunaan digital platform oleh para pelaku usaha kreatif. Data BEKRAF menyebutkan bahwa entrepreneur kreatif cenderung hanya menggunakan digital sebanyak 80% untuk keperluan e-mail, 70% untuk mencari informasi, dan 60% untuk melayani pelanggan.

Dengan menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif di Indonesia, Richard Fang juga ingin Moselo memberikan inspirasi bagi generasi langgas melalui kampanye #MakeItWorth yang mengangkat cerita sukses dari 3 Moselo Experts dari latar belakang dan profesi yang berbeda. “Moselo bukan hanya menjadi wadah bagi para entrepreneur muda, namun juga menjadi inspirasi bagi generasi langgas untuk membuat passion atau hal yang disenangi, menjadi worth it untuk dilakukan.”

“Tujuannya untuk mengeksplorasi passion menjadi hal yang lebih berguna, dan bisa menghasilkan bagi mereka. Karena berawal dari hal yang disukai, jika kemudian bisa dikembangkan menjadi produk bagi orang lain dan menghasilkan, tentunya akan memberikan kepuasan lebih bagi para pelaku industri kreatif. ” tutup Richard.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *