Search
Jumat 27 November 2020
  • :
  • :

PC Mulai Tergerus Tablet

MAJALAH ICT – Jakarta. Membanjirnya produk komputer tablet membuat konsumen berpaling ke produk tersebut. Akibatnya, penjualan personal computer (PC) dan notebook turun hingga 20 persen. Penjualan komputer yang terdiri dari dekstop dan laptop pada kuartal II 2013 turun hingga 15 persen-20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 lalu.

Konsumen tampaknya semakin meminati tablet dan smartphone ketimbang membeli PC baru. Penurunan penjualan notebook ini sudah tidak diragukan lagi lantaran persaingan yang ketat dan semakin populer dan maraknya smartphone atau tablet.

Fitur yang semakin lengkap, harga yang semakin kompetitif dan mobilitas yang lebih tinggi membuat pasar smartphone serta tablet ini menggerus perhatian para calon pembeli notebook dan mulai menggantikan pasar notebook. Berdasarkan catatan Apkomindo, angka penjualan notebook bahkan lebih rendah dibanding penjualan tablet. Tercatat, penjualan produk notebook di seluruh Indonesia hanya mencapai 3,1 juta unit dalam 6 bulan terakhir. Sedangkan komputer tablet terjual lebih dari 3,175 juta unit.

Para pengusaha komputer PC rakitan kini semakin menjerit karena produknya tergerus oleh tablet, smartphone. Pengusaha komputer lokal banyak yang banting setir ke usaha lainnya. Karena dengan hanya menjadi reseller PC built up merek terkenal, margin keuntungannya menjadi sangat kecil.

Penjualan PC rakitan menurun drastis, apalagi komponennya juga makin langka di pasaran. Kebijakan pemerintah terkait tender di lingkungan pemerintah yang mengharuskan penggunaan PC dari merek terkenal juga ikut memicu penurunan penjualan PC rakitan.

Industri PC Nasional sendiri sudah memasuki masa sulit sejak tahun lalu, dan diprediksi masih akan berlanjut tahun ini. Berdasarkan data lembaga riset IDC, penjualan komputer pada 2012 anjlok dibandingkan dengan 2011. Secara global, penjualan komputer turun 6,4 persen dan hanya mencatat angka penjualan sebesar 89,8 juta unit pada kuartal keempat 2012.

IDC juga mengungkapkan pasar PC di wilayah Asia Pasifik, termasuk Jepang, mengalami penurunan dua digit pada kuartal pertama tahun ini akibat permintaan lemah dan belum familiarnya sistem operasi baru Windows 8.

Gartner menyebutkan munculnya tablet yang berharga murah memukul penjualan PC, terutama di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Di negara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tablet yang tidak mahal menjadi pilihan bagi banyak orang, mereka menunda untuk membeli PC.

Penjualan Lenovo turun 0,6 persen dan HP drop sekitar 4,8 persen. Sementara dua perusahaan yang berbasis di Taiwan, yaitu Acer dan Asus, bahkan mengalami penurunan yang lebih signifikan. Acer mengalami penurunan 35 persen, sedangkan Asus terjungkal 20,5 persen.

Tulisan ini dan informasi-informasi mengenai perkembangan ICT Indonesia lainnya dapat dibaca di Majalah ICT Edisi No. 15-2013 di sini




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *