Search
Kamis 28 Oktober 2021
  • :
  • :

Pemerintah akan Fokus pada Literasi dan Pengendalian Internet

MAJALAH ICT – Jakarta. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan pemerintah lebih fokus pada dua hal yaitu literasi dan pengendalian. Hal itu disampaikan Dirjen Semuel dalam Diskusi Bareng Jurnalis dengan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemkominfo, di Rumah Makan Talaga Sampireun, Tangerang Selatan.

Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan Kementerian Kominfo sekarang lebih fokus kepada dua hal, yaitu pertama pada literasi dan yang kedua pada pengendalian dalam mengantisipasi peningkatan penggunaan internet. Ia menjelaskan bahwa meningkatnya pengguna internat yang melonjak tajam adalah suatu peristiwa yang tidak bisa dihindari pada era digital seperti sekarang ini.

“Pada tahun lalu pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta dan melonjak tajam menjadi 243,7 juta pengguna internet sekarang ini. Pada umumnya pengguna internet lebih percaya kepada berita yang ada didalamnya ada hoax, berita bohong, Saracen dan kejahatan di dunia maya,” ujarnya.

Dengan makin banyaknya pengguna internet, ancaman konten negatif seperti hoax, bullying, radikalisme, pornografi, dan pelanggaran privasi juga cenderung makin meningkat. Kementerian Kominfo menginisiasi Program Melek Internet di kalangan masyarakat selama tiga tahun ke depan. Tak hanya itu, tugas Ditjen Aptikasi dan Informatika juga berkaitan dengan literasi dan pengendalian.

“Semua menjadi kekhawatiran di dunia maya. Literasi digital merupakan kunci untuk mengatasi persoalan tersebut. Dampak teknologi tanpa literasi bisa mengakibatkan keresahan di masyarakat, di mana konten bisa difabrikasi itu berbahaya sekali. Maka kita literasi masyarakat supaya penggunaan internet itu produktif. Teknologi bukan pengendali tapi manusianya adalah pengendali,” papar Dirjen Semuel.

Lebih lanjut, Dirjen Aptika menjelaskan literasi digital yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo berlangsung dari hulu ke hilir. “Di hulu, Kominfo lakukan edukasi, literasi digital. Sedangkan di tengahnya ada pendampingan yang berkelanjutan oleh komunitas. Dan dibagian, di hilirnya berupa penegakkan hukum,” jelasnya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *