Search
Sabtu 24 Juni 2017
  • :
  • :
kementerian-kominfo

Pemerintah Berencana Adopsi Teknologi Netral untuk 450 MHz, 2,1 GHz dan 2,3 GHz

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah berencana untuk mengadopsi teknologi netral di rentang frekuensi 450 MHz, 2.1 GHz, dan 2.3 GHz. Namun, sebelum palu diketok, untuk memberikan informasi dan memperoleh masukan masyarakat serta pemangku kepentingan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan konsultasi publik melalui situs kementerian (www.kominfo.go.id) terhadap Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Komunikasi dan Informatika tentang Netral Teknologi Untuk Pita Frekuensi Radio 450 MHz, 2.1 GHz, dan 2.3 GHz.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza, tujuan dari penyusunan RPM tentang Netral Teknologi Untuk Pita Frekuensi Radio 450 MHz, 2.1 GHz, dan 2.3 GHz adalah untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penggunaan spectrum frekuensi, mendorong perkembangan dan inovasi teknologi, mendukung pengembangan industri dalam negeri, dan memberikan manfaat yang sebebsar-besarnya bagi masyarakat.

Dijelaskan, dalam penggunaan netral teknologi tersebut, ada kewajiban yang harus dipenuhi seperti arangan menimbulkan larangan yang merugikan, batasan emisi sesuai perundangan, persyaratan teknis alat atau perangkat yang ditetapkan, serta melakukan koordinasi dengan penggunaan frekuensi lainnya. “Manfaat penyusunan RPM tentang Netral Teknologi Untuk Pita Frekuensi Radio 450 MHz, 2.1 GHz, dan 2.3 GHz adalah agar penyelenggara dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat seperti kecepatan akses dan kapasitas,” katanya.

Ditambahkannya, hal-hal yang menjadi pengaturan baru dalam RPM ini yaitu memberikan kebebasan dalam memiliki teknologi sesuai dengan izin penyelenggaraannya. Sedangkan hal-hal yang dihilangkan dari pengaturan yang existing adalah ketentuan keterikatan teknologi yang telah ditentukan.

“Tanggapan dan masukan terhadap RPM dimaksud dapat disampaikan melalui email ke siti008@kominfo.go.id, siti_ch@postel.go.id dan rahman@postel.go.id, mulai dari tanggal 17 – 27 Februari 2017,” pungkas Noor Iza.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *