Search
Sabtu 6 Maret 2021
  • :
  • :

Pemilik Saham Pecah, Masyarakat Jangan Belanja Online di Rakuten Dulu

MAJALAH ICT – Jakarta. Pecahnya kongsi kepemilikian situs e-commerce Rakuten Indonesia, antara Perusahaan E-commerce raksasa Jepang, Rakuten, dengan PT Global Media (MNC), tentu akan berdampak terhadap pemberian layanan kepada masyarakat yang akan membeli atau berbelanja melalui Rakuten Indonesia ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menghimbau agar masyarakat tidak berbelanja lebih dulu secara online ke Rakuten Indonesia. "Ini untuk memberikan perlindungan pada masyarakat atau konsumen, sebab nanti dikhawatirkan tidak ada yang bertanggung jawab terhadap pelayanan, proses pengiriman barang dan sebagainya, dimana ujung-ujungnya masyarakat yang telah membayar akan dirugikan," tegas Kamilov.

Kamilov juga menambahkan bahwa agar pihak Rakuten dan MNC terbuka kepada masyarakat mengenai status sebenarnya dan apa yang terjadi di Rakuten Indonesia. "Dengan tidak terbuka, masyarakat menjadi tidak jelas, menduga-duga dan berdampak buruk bagi perkembangan e-commerce ke depan," jelas Kamilov yang mengetahui masalah ini setelah membaca berita-berita di media saja.

Sebagaimana diketahui, Rakuten Indonesia dibentuk oleh PT Rakuten-MNC setelah penandatanganan perjanjian pada tahun 2010 dimana share kepemilikan adalah 51% Rakuten Jepang dan 49% MNC.

Seperti dilansir Nikkei, rumor tentang hubungan yang tidak terlalu harmonis antara Rakuten dan MNC telah menyebar di antara pemain industri sejak tahun lalu. Rakuten Indonesia, sering dijuluki Rakuten Belanja Online memulai operasi mereka akhir 2010 tidak terlalu lama setelah pengumuman joint venture. Setelah meluncurkan situs web mereka untuk Maret publik 2011, Rakuten mulai menerima komentar negatif dari pedagang tapi itu tidak menghentikan mereka dari meluncurkan produk pada Juni 2011.

Dalam perjalanannya, Rakuten Indonesia seperti hidup segan mati tak mau. Bahkan, Rakuten dikalahkan oleh pendatang baru seperti Lazada, Zalora, BliBli.com dan lainnya. Dengan mengakhiri kemitraan usaha dengan MNC, ini kali kedua Rakuten mengakhiri kemitraan usaha patungan setelah pembubaran operasinya Cina. MNC sendiri telah mengumumkan perusahaan patungan baru dengan Tencent perusahaan terbesar China internet awal tahun ini, membawa produk-produk seperti WeChat ke pasar Indonesia.

Kemudian pada akhirnya, Rakuten mengumumkan pemutusan kerja sama dengan MNC. Walaupun belum ada pernyataan resmi, MNC secara samar-samar juga menyatakan kebenaran kabar tersebut, dan menyebutkan akan menjual 49% saham yang dipegangnya kepada Rakuten. Soal bagaimana cerita yang sesungguhnya terjadi, publik masih menantikan informasi resminya.

Pasar Indonesia untuk e-commerce cukup besar dan berpotensi berkembang. Seperti Multiply.com yang juga mengembangkan usaha hingga penjualan tiket pertunjukkan online. Untuk produk-produk baru seperti BlackBerry Z10, layanan e-commerce juga cukup laris menerima pre-order dan pembelian produk besutan baru BlackBerry tersebut.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *