Search
Jumat 25 September 2020
  • :
  • :

Pemilu Sistem Elektronik Kini Bukan Lagi Sekadar Mimpi

MAJALAH ICT – Jakarta. Langkah ini menuju penyelenggaraan Pemilu dengan sistem elektronik telah dilakukan pemerintah dengan berbagai uji coba. Seperti yang dilakukan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berlangsung secara modern di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Uji coba di tingkat bawah merupakan langkah besar dan merupakan bukti bahwa ke depan, penyelenggaraan Pemilu dengan sistem elektronik tak lagi sekadar mimpi. Uji coba teknologi ini mendapat supervisi dari BPPT.

Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Bahtiar menyampaikan, di masa depan pemilihan umum akan menggunakan sistem elektronik, tak lagi manual seperti sekarang ini. Dan untuk mewujudkan pemilihan elektronik tersebut, langkah menuju ke sana sudah mulai dilakukan. Salah satunya lewat e-Pilkades.

Menurutnya, e-Pilkades di Bogor bisa dikatakan merupakan miniatur Pilkada, dimana hasil perhitungannya melalui perangkat e-voting yang langsung di kirim ke data center. Dan langsung hasilnya ditayangkan secara berjenjang.

Disampaikannya, dengan pemilihan elektronik akan banyak perubahan yang akan dilakukan. Salah satunya adalah soal metode pemungutan suara. Adapun instrumen pendukungnya yakni data kependudukan lewat penggunaan KTP elektronik. KPT elektronik digunakan sistem verifikasi pemilih dengan alat baca e-KTP. “Rencananya, selama tahun 2017, ada beberapa desa yang akan menerapkan e-Pilkades dalam pemilihan kepala desanya. Salah satunya di Kabupaten Mempawah. Ada 20 desa di kabupaten tersebut yang akan menerapkan e-Pilkades dalam pemilihan kepala desanya. Lalu di Kabupaten Agam, ada 28 desa, di Kabupaten Banyuasin ada 48 desa dan di Kabupaten Bantaeng ada 25 desa,” ungkapnya.

Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza, menambahkan, penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem kepemiluan di Indonesia sudah dimungkinkan. Dari sisi regulasi pun, misalnya dalam UU Nomor 10 tahun 2016, sistem pemilihan elektronik sudah diatur. Bahkan menrutnya, sistem pemilihan elektronik sudah diuji coba di 526 desa yang tersebar di 9 kabupaten. Ratusan desa itu adalah desa-desa yang menggelar pemilihan kepala desa.

“BPPT sendiri telah mendampingi implementasinya dalam pemilihan kepala desa yang menggunakan peralatan elektronik. Rencananya, 12 Maret 2017 ini kembali akan digelar pemilihan kepala desa dengan sistem e-Pilkades di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor,” pungkas Hammam.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *