Search
Minggu 5 Juli 2020
  • :
  • :

Penggunaan Komputasi Awan Saat New Normal Naik 50%, Resiko Kehilangan Data Kian Meningkat

MAJALAH ICT – Jakarta. Sejak 8 Juni 2020 lalu, Pemerintah Daerah DKI Jaya sudah mulai memberi kelonggaran dalam aturan PSBB, namun masih banyak perusahaan dan para pekerja yang memilih bekerja dari rumah. Seiring dengan hal itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menjalankan proses kerja jarak jauh. cybersecurity adalah salah satunya. Praktik bekerja jarak jauh dapat dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data, karena mereka secara konsisten selalu mencari cara untuk mengambil keuntungan dari interkonektivitas perangkat pengguna.

Dalam studi McAfee berjudul Cloud Adoption & Risk Report – Work-from-Home Edition, ditemukan adanya peningkatan 50% dalam penggunaan komputasi awan di seluruh dunia bersamaan dengan peningkatan dua kali lipat di lalu lintas komputasi awan dari perangkat yang tidak dikelola oleh perusahaan, sehingga rentan terhadap potensi kehilangan data. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah ancaman komputasi awan dari aktor eksternal meningkat 630% yang sebagian besar menargetkan layanan platform seperti Microsoft 365.

Bagi perusahaan besar yang telah memiliki investasi cybersecurity, mungkin hal ini tidak menjadi ancaman substansial. Namun bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang belum berinvestasi secara memadai dalam proses transformasi digital, ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri dalam menjamin keberlangsungan bisnis mereka. Sebelum COVID, Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia telah membantu mempercepat proses transformasi digital dengan terus meningkatkan infrastruktur jaringan dan satelit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tetapi investasi ini tidak bisa membantu bisnis yang belum menjalankan transformasi digital.

“Berdasarkan hasil survei IDC terhadap perusahaan Indonesia pada tahun 2019, 45% perusahaan mengakui pentingnya mengukur keberhasilan transformasi digital dalam menentukan langkah perusahaan selanjutnya. Namun, transformasi digital adalah proses yang berkelanjutan, dan masih banyak yang harus dilakukan. Bagaimana bisnis-bisnis dapat memastikan bahwa mereka dapat mengatasi ancaman serangan siber saat dan setelah pandemi, dalam kondisi lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat?” Kata Jonathan Tan, Managing Director Asia McAfee.

McAfee dan Jonathan menjelaskan cara bagaimana bisnis dapat membantu kelangsungan bisnis mereka. Pertama, gunakan referensi. Saat ini ada banyak saran dari pelaku bisnis tentang langkah-langkah yang dapat diambil terkait kelangsungan bisnis, dan beberapa bahkan berbagi kerangka kerja mereka. Bahan-bahan ini baik untuk digunakan sebagai referensi ketika mengembangkan suatu kerangka kerja, dan harus dilakukan dengan tujuan memaksimalkan efektivitas.

Kemudian, membuat sebuah kerangka kerja membutuhkan keterlibatan karyawan, dan sangat penting mengomunikasikan perilaku dan dampak yang diharapkan untuk memastikan karyawan dapat memanfaatkan praktik kerja jarak jauh secara maksimal.

Sangat mungkin bahwa tolak ukur keberhasilan akan ditentukan secara terburu-buru dan kerangka kerja akan terus berubah seiring dengan berbagai masukan penting terhadap pengembangan perangkat dan potensi ancaman. Namun, pada akhir akhirnya, proses ini penting karena bisnis yang berada di tengah-tengah transformasi harus memiliki kerangka kerja yang efektif berdasarkan pengalaman yang ada dengan tujuan kelangsungan bisnis.

“Ketika bicara tentang cybersecurity, bisnis yang berubah secara digital harus memahami bagaimana penyimpangan dalam fitur perlindungan dapat menimbulkan kerugian, sehingga terjadi kepatuhan terhadap konsep keamanan, di mana lapisan cybersecurity dimanfaatkan untuk memastikan solusi digital yang baru dapat diimplementasikan dengan aman,” tambah Jonathan.

Ketika tatanan “normal baru” ditetapkan, bisnis-bisnis pada akhirnya akan beradaptasi dan dapat memperkuat langkah-langkah mereka dengan mematuhi aturan dan tolak ukur keamanan yang telah dibuat. Seluruh aplikasi dan teknologi yang ada harus dalam keadaan aman sehingga mampu memberikan nilai tambah saat menggunakan solusi cybersecurity yang mencakup semua landasan untuk saat ini dan di tahun-tahun mendatang.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *