Search
Kamis 22 Oktober 2020
  • :
  • :

Peran Penting Kemampuan Kode Rendah dalam Keberhasilan Transformasi Alur Kerja Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Kofax®, pemasok perangkat lunak Automasi Cerdas terkemuka untuk transformasi alur kerja secara digital, hari ini mengumumkan Bagian 2 dari Kofax 2020 Intelligent Automation Benchmark Study (Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax 2020) berupa makalah kepemimpinan pemikiran yang disusun Forrester Consulting berdasarkan penugasan Kofax. Laporan ini mengungkapkan bahwa perusahaan yang menggunakan platform automasi cerdas berkode rendah tergolong paling sukses saat mentransformasi digital alur kerja bisnis mereka yang bernilai tinggi dan sarat informasi.

Bagian 1 dari Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax, yang diterbitkan pada bulan April 2020, menunjukkan kemajuan yang berhasil dicapai perusahaan dalam mengautomasi alur kerja penting, serta kecenderungan perusahaan untuk memilih platform dari vendor tunggal yang memungkinkan automasi dari hulu ke hilir. Laporan terbaru ini mempelajari persyaratan spesifik platform automasi dari sudut pandang TI dan “pengembang warga”, sebutan bagi para pengguna bisnis yang terus mendorong dan menerapkan strategi automasi.

“Perusahaan dengan cepat beralih ke budaya yang mengutamakan pendekatan digital sebagai ancang-ancang menyambut tatanan baru. Selain semakin mengandalkan strategi yang mengutamakan sistem digital untuk mendorong pertumbuhan, efisiensi, dan ketahanan dengan meningkatkan keterampilan digital karyawan, perusahaan  juga mengandalkan platform automasi cerdas terpadu yang dibangun untuk para pengembang profesional dan pengembang warga. Platform berkode rendah terpadu dapat memfasilitasi dan mempercepat kolaborasi antara lini bisnis dan pemimpin TI dalam upaya transformasi digital alur kerja bisnis yang kompleks dan bernilai tinggi, sehingga perusahaan dapat semakin lincah berkat bagian-bagiannya yang saling terhubung,” jelas Chris Huff, Chief Strategy Officer Kofax. “Laporan tolok ukur terbaru Kofax menegaskan pentingnya menyertakan kebutuhan pengembang TI profesional sekaligus pengguna bisnis yang merupakan pengembang warga ketika perusahaan mengidentifikasi, memilih, dan menerapkan platform automasi cerdas untuk transformasi alur kerja digital.”

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 450 pengambil keputusan di bidang AI dan automasi di seluruh dunia, tuntutan para manajer lini bisnis akan fungsionalitas yang dapat membantu mereka bekerja lebih efisien semakin meningkat. Hasil akhir yang diharapkan 67% responden adalah pengurangan beban kerja, sedangkan 70% responden mengharapkan peningkatan efisiensi. Untuk mencapai kedua hasil ini, manajer lini bisnis menginginkan platform automasi cerdas dengan karakteristik tertentu, yaitu mudah dipadukan dengan teknologi terkini (74%), mudah dipelajari (73%) dan mudah digunakan (71%)

Dengan memilih platform automasi yang lebih intuitif, yang mampu mengakomodasi TI, manajer lini bisnis, sekaligus pengembang warga, responden survei mengharapkan manfaat tambahan berupa peningkatan produktivitas karyawan (52%), peningkatan pengalaman pelanggan (49%) dan peningkatan efisiensi operasional (45%)

 Penelitian Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax 2020 disusun berdasarkan survei bulan Januari 2020 atas 450 pengambil keputusan di bidang AI dan automasi, serta 450 kontributor perorangan di Amerika Utara, Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, Singapura, Swedia, dan Inggris. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai kondisi automasi perusahaan saat ini.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *