Search
Jumat 30 Oktober 2020
  • :
  • :

Persoalan Kegagalan Migrasi AXIS Karena Pemerintah Tidak Tegas

MAJALAH ICT – Jakarta. Migrasi jaringan 3G AXIS dari blok 2 dan 3 ke 11 dan 12 pada rentang frekuensi 2,1 GHZ bermasalah. Pada tahap proses pra-migrasi dilakukan, jaringan AXIS mengalami interferensi yang membahayakan di blok 11 dan 12 yang terjadi di wilayah Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta sehingga berdampak pada terjadinya penurunan kualitas layanan yang signifikan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, kejadian ini tidak perlu terjadi jika pemerintah tegas dalam migrasi.

Dijelaskan Heru, sesungguhnya prosedur migrasi sudah jelas diatur dalam PM.19/2013. "Jika ada interferensi, pertama kali adalah sinyal dari PCS 1900 yang akan dicek, apakah sesuai ketentuan atau tidak. Jika sudah sesuai ketentuan, maka perlu dipastikan PCS-1900 menggunakan filter untuk sisi transmit nya agar sinyal tajam dan tidak mengganggu UMTS. Baru jika sudah memasang filter tapi tetap interferensi, maka UMTS harus memasang filter dari sisi receive nya. Gitu saja kok repot," terang Heru.

Ditambahkan pengamat telekomunikasi ini, semua itu perlu ketegasan dari pemerintah sebagai regulator. Sebab, yang akan terjadi tawar-menawar adalah menurunkan sinyal keluaran dan memasang filter transmit dari sisi PCS 1900 dan memasang filter penerima di sisi UMTS. "Ini perlu ketegasan, sebab jika tidak tegas, maka di sisi PCS 1900 yang dalam hal ini Smart Telecom tidak akan menurunkan power sinyal sesuai ketentuan, tidak mau pasang filter transmit. Dan kalau PCS 1900 sudah melaksanakan itu semua, pelru dipastikan di sisi UMTS yang dalam hal ini AXIS juga memasang filer penerima sinyal," kata Heru.  

AXIS sendiri dalam proses migrasi hingga hari ini masih belum mendapatkan solusi menyeluruh dari instansi-instansi terkait. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan kami di wilayah terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi, hal ini benar-benar di luar kendali kami. Tim teknis kami terus berusaha untuk mengatasi penurunan kualitas layanan yang terjadi dan saat ini sedang melakukan final assessment dari dampak yang ditimbulkan. Kami memperkirakan lebih dari 50% BTS 3G di Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta terkena dampak interferensi yang berbahaya tersebut. Saat ini kami sedang bekerja sama dengan lembaga pemerintahan untuk mengatasi permasalahan ini,” kata Michael McPhail, Chief Technology Officer AXIS.

AXIS berkomitmen untuk menyediakan layanan yang berkualitas bagi pelanggan dan pada saat yang sama akan berupaya untuk selalu mematuhi segala peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia, serta terus mendukung semua program pemerintah dalam mengembangkan industri telekomunikasi serta membangun iklim kompetisi yang sehat.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *