Search
Jumat 20 September 2019
  • :
  • :

Pusat Pertukaran Internet 3 Negara akan digabung

MAJALAH ICT – Jakarta. Pusat pertukaran Internet tiga Negara, yaitu Indonesia, Filipina dan Malaysia akan segera terhubung dan akan menjadi sebuah kekuatan besar di industri Internet dunia.

Johar Alam Rangkuti, Owner PT Internetindo Data Centra –pengelola open IXP–, mengatakan bulan lalu  open IXP (Internet eXchange Point) Indonesia sudah terhubung dengan Filipina.

“Sedangkan dengan Malaysia diprediksi akan terhubung dua minggu lagi.  Dengan adanya penggabungan tersebut,maka ketiga Negara memiliki link di semua benua, dan setiap vendor atau perusahaan IT dunia akan merasa rugi bila tidak menempatkan servernya disini,”ungkapnya di sela-sela  Traceroute Internet Party 2013 di Jakarta Convention Center, 14 April 2013.

Saat ini pengguna Facebook kelima terbesar adalah Indonesia. Dan bila digabung dengan Filipina, maka pengguna Facebooknya menjadi yang terbesar kedua di dunia.

Johar bahkan memiliki cita-cita gabungan pertukara Internet ketiga Negara ini akan memiliki kekuasaan di bidang Internet dunia yang bisa mematikan sekaligus menghidupkan Internet di seluruh dunia sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan manusia.

Pada akhir tahun lalu, volume trafik yang melewati open IXP adalah 67,4 GB, dan pada Maret tahun ini sudah mencapai 90,2 GB.

Pemrakarsa Indonesia Internet eXchange Barry Greene mengungkapkan trafik konten lokal Indonesia sangat luar biasa.

Sementara menanggapi belum dilewatkannya trafik BlackBerry ke open IXP, Johar mengungkapkan BlackBerry tak mungkin  bisa menempatkan servernya di Indonesia.

“Tidak seperti ponsel lainnya yang memiliki IP (Internet protocol) atau TCP IP, BlackBerry di seluruh dunia hanya memiliki 1 IP, karena menggunakan server Novell Netware sehingga tak mungkin memecah servernya di negara lain,” katanya.

BlackBerry, tambah Johar, masih menganut system pager pada 1980-an yang hanya memiliki satu server di tengah untuk mengirimkan pesan tertulis atau suara, berbeda dengan BlackBerry seri 10 yang sudah memiliki IP sendiri.

Jadi, lanjutnya, bila ada negara yang mendesak agar BlackBerry menempatkan servernya di Indonesia, negara itu telrihat bodoh dan dikira tidak memiliki ahli Internet. Sebagaimana diketahui, negara yang mendesak BlackBerry untuk menempatkan servernya adalah India, Arab Saudi, dan Indonesia.(ap)

 

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *