Search
Jumat 24 November 2017
  • :
  • :
ralali-kopi

Ralali.com Ajak Puluhan Pebisnis Kopi Bandung Diskusi Tren Bisnis dan Teknik Manual Brewing

MAJALAH ICT – Jakarta. Tren minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup. Hal ini terlihat dari semakin menjamurnya bisnis kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia. Terutama di kota-kota besar, budaya nongkrong di kedai kopi sudah erat merekat sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Seiring dengan kian digandrunginya budaya ngopi, cara penyeduhan kopi ini pun semakin canggih. Menyeruput kopi dengan teknik manual brewing pun menjadi bagian dari tren atau gaya hidup tersendiri.

Ralali.com berkolaborasi dengan MG & Co Eatery mengadakan workshop Coffee Journey bagi para penggiat bisnis kopi terutama di Kota Bandung. Workshop ini diisi dengan pelatihan dari Natanael Charis (Co-Owner MG & Co Eatery) mengenai teknik manual brewing ala Natanael yang merupakan finalis Coffee Masters Battle di London Coffee Festival. Selain itu, peserta workshop juga mendapatkan pelatihan mengenai kiat-kiat berbisnis kedai kopi kekinian dari Alexander Lukman (COO Ralali.com) serta bantuan pendanaan untuk bisnis dari Marie Astrid Frederik (VP National Sales Funding Bank UOB).

Melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap metode manual brewing, setiap kedai kopi yang kekinian tak afdol rasanya apabila tidak menyajikan menu kopi manual brewing. Sesuai namanya, manual brewing adalah teknik menyeduh kopi yang dioperasikan secara manual oleh barista. Oleh karena itu, cita rasa dari seduhan kopi tersebut sepenuhnya tergantung pada racikan tangan sang barista.

“Pengolahan dengan mesin menghasilkan kopi yang kental dan agak sedikit keras. Melalui manual brewing, kopi yang dihasilkan lebih lembut dan memiliki cita rasa yang khas,” ungkap Natanael.

Pada workshop ini, Natanael sekaligus berbagi ilmu mengenai signature manual brewing technique dengan menggunakan buah jeruk sebagai elemen filtrasi dalam proses penyeduhannya. Teknik manual brewing ala Natanael tersebut tak hanya memikat hati para juri di London Coffee Festival, tetapi juga berhasil memikat hati peserta workshop pada Coffee Journey III kemarin.

Tak hanya ilmu manual brewing yang didapatkan, peserta workshop juga belajar cara mengelola bisnis kedai kopi kekinian. Tren kedai kopi yang menyajikan menu manual brewing ternyata tidak membutuhkan peralatan yang terlalu banyak. Dengan beberapa alat seperti Hario V60, Kalita wafe, dan pro-over barista dapat menyajikan seduhan kopi manual brewing yang digemari masyarakat. Hal ini menjadikan bisnis kedai kopi semakin mudah untuk dikelola oleh siapa pun.

“Saat ini, memperoleh peralatan untuk membuka bisnis kedai kopi menjadi semakin praktis dengan adanya e-commerce penyedia kebutuhan bisnis. Para pemilik kedai kopi tak perlu pusing lagi dalam mencari peralatan yang sesuai dengan bisnisnya karena Ralali.com hadir dengan fitur business collection yang ,” jelas Alexander.

Alexander menambahkan bahwa workshop ini bertujuan untuk mengedukasi para penggiat bisnis kedai kopi agar nantinya membantu mengembangkan potensi kedai kopi lokal di Indonesia.

“Melalui workshop ini saya tidak hanya belajar mengenai kita-kiat berbisnis kedai kopi di zaman sekarang, tetapi juga informasi mengenai bantuan finansial untuk berbisnis dan ilmu-ilmu perkopian yang didapatkan langsung dari para praktisi di bidangnya,” ujar Vincent, salah satu peserta Coffee Journey III yang mengaku sangat antusias mengikuti workshop dari awal hingga akhir.

Coffee Journey III ini merupakan event ketiga dari rangkaian workshop Coffee Journey yang diadakan oleh Ralali.com berkolaborasi dengan berbagai praktisi di bidang kedai kopi. Setelah dua event sebelumnya berhasil dengan sukses dilaksanakan di Jakarta dan Tangerang, kali ini Coffee Journey memilih lokasi di Kota Bandung melihat potensi bisnis kedai kopi di kota kembang yang terus bertumbuh pesat setiap tahunnya.

“Selain manual brewing, kedepannya Ralali.com juga akan mengangkat topik-topik lain yang bermanfaat bagi para pebisnis dan penggiat di bidang kopi. Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk membantu pebisnis di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya,” tandas Alexander.

 




Tinggalkan Balasan