Search
Kamis 6 Agustus 2020
  • :
  • :

Revisi RUU Penyiaran Dinilai Belum Berpihak pada Perlindungan Anak

MAJALAH ICT – Jakarta. Naskah Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dinilai belum berpihak pada perlindungan anak. Salah satu hal yang tidak berpihak pada kepentingan perlindungan anak adalah bagian tentang iklan. Demikian dikatakan Ketua Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), B Guntarto.

Menurut Guntarto, naskah revisi UU Penyiaran, baik yang disusun Komisi I DPR maupun Badan Legislasi DPR dinilai sama belum berpihak pada perlindungan anak, seperti dalam hal iklan. Sebab dalam pandangan YPMA, iklan adalah materi yang harus diwaspadai oleh anak karena daya persuasinya yang dapat memengaruhi anak yang belum tumbuh daya kritisnya dalam mengonsumsi isi siaran.

Guntarto menyebutkan soal adanya dugaan Baleg telah menghapuskan kata “rokok” pada ketentuan tentang iklan yang dilarang.
Padahal, katanya, naskah yang disusun Komisi I mencantumkan “rokok” sebagai salah satu produk yang dilarang diiklankan melalui media penyiaran. “Pasal 137 ayat (2) huruf (i) pada naskah versi Baleg hanya berbunyi ‘materi siaran iklan dilarang mempromosikan minuman keras dan zat adiktif lainnya’,” tuturnya.

Sementara itu, katanya, Komisi I sudah tepat membuat naskah yang melarang iklan rokok bersama-sama dengan minuman keras dan zat adiktif lainnya. “Dalam kajian media dan anak, rokok umumnya dikelompokkan bersama dengan alkohol dan narkoba serta masuk dalam kelompok isi media yang menimbulkan efek negatif atau antisosial,” yakinnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *