Search
Kamis 22 Oktober 2020
  • :
  • :

Sambut Hari kartini, Bukalapak Gelar Diskusi Bertajuk ‘Perempuan Motor Perubahan’

MAJALAH ICT – Jakarta.  Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang bertepatan pada bulan April 2017, Bukalapak mengundang para perempuan inspiratif dengan jiwa kepahlawanan yang mampu beraksi dan memberi pengaruh positif bagi Indonesia. Para pembicara dalam acara BukaTalks kali ini yang bertajuk “Perempuan Motor Perubahan” adalah Tri Mumpui, selaku Direktur Eksekutif Ibeka, Nila Tanzil, selaku Pendiri dan CEO Taman Bacaan Pelangi dan Travel Sparks dan Mesty Ariotedjo, selaku Pendiri Wecare.id

Para perempuan ini tidak hanya menonjol di bidangnya masing-masing, tetapi mereka juga memiliki jiwa kewirausahaan sosial yang hebat demi perkembangan industri-industri yang ada di Indonesia.

“Para perempuan yang kami undang malam hari ini memiliki panggilan untuk membantu dan rasa tanggung jawab dengan masyarakat Indonesia. Mereka sebagai wirausahawati sosial perempuan mampu menunjukkan ke kita semua bahwa melakukan perubahan bukanlah hal yang sulit. Para perempuan motor perubahan ini menunjukan, dengan kemauan dan ketekadan, semua orang mampu memberi pengaruh dan perubahan yang baik untuk masyarakat. Kami sungguh mengapresiasi atas kehadiran serta dedikasi mereka demi kemajuan negara ini,” ujar Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak.

Dalam acara BukaTalks kali ini, Tri Mumpuni, selaku Direktur Eksekutif Ibeka, berbagi pengalamannya untuk menerangi desa-desa terpencil dengan teknologi mikrohidro. Tri yang seringkali dijuluki sebagai ‘wanita listrik’ berbagi cerita dan pengalamannya dalam menyediakan teknologi energi terbarukan (renewable energy).

“Saya percaya bahwa setiap individu mampu memberikan kontribusi mereka demi Indonesia yang lebih baik lagi. Dengan kontribusi dan bantuan saya untuk kota-kota terpencil di Indonesia, saya tidak hanya diberikan kesempatan untuk menerangi kota-kota ini melalui proyek mikrohidro, namun saya juga secara tidak langsung membantu masyarakat di setiap kota ini untuk bersinar. Saya percaya bahwa kontribusi saya mampu membuka kesempatan orang-orang ini untuk berkontribusi di kota mereka masing-masing. Saya pun juga percaya, bahwa semua niat dan tujuan baik akan diberikan jalan. Walaupun sulit perjalanannya dan berat tantangannya, Tuhan akan selalu membuka jika kita terus percaya.”

Nila Tanzil bukanlah nama yang asing dikalangan para perempuan Indonesia. Sebagai Pendiri dan CEO Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil memiliki misi untuk memberi kesempatan anak-anak di wilayah Indonesia timur agar dapat membaca buku.

“Delapan tahun saya mendirikan Taman Bacaan Pelangi, hasilnya seperti snowball effect dan syukur, sekarang Taman Bacaan Pelangi sudah memiliki 55 perpustakaan yang memiliki sekitar 1000 hingga 2000 judul buku. Alasan mengapa saya mendirikan Taman Bacaan Pelangi di Indonesia bagian timor adalah infrastruktur yang sangat terbatas di daerah tersebut. Riset menunjukkan bahwa 1 banding 3 orang belum bisa membaca dan kemampuan membaca anak-anak di bagian Indonesia timor hanya 46% dibanding dengan anak-anak di Pulau Jawa atau Bali yang sudah mencapai 78%. Anak-anak ini memerlukan uluran tangan kita semua agar mereka mendapat kesempatan yang sama dengan kita yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia.”

Nila Tanzil juga dikenal sebagai penulis Lembar-Lembar Pelangi yang merangkum pengalamannya selama mendirikan Taman Bacaan Pelangi di Indonesia daerah Timur sejak tahun 2009. “Saya berharap lebih banyak orang Indonesia semakin terinsipirasi dan terbuka untuk membantu anak-anak dan tetangga kita di daerah terpencil yang belum mendapat kesempatan untuk belajar membaca.”

Pembicara yang ketiga yang hadir di acara BukaTalks malam ini adalah dr. Mesty Ariotedjo, selaku Pendiri Wecare.id. Terinspirasi dengan daerah terpencil di Indonesia yang belum memiliki fasilitas rumah sakit dan akses pengobatan yang resmi, dr. Mesty bertekad untuk mengembangkan sebuah platform yang dinamakan Wecare.id. Dengan menggunakan sistem crowdfunding, para donatur dapat menyalurkan sumbangan serta memberikan bantuan untuk para pasien di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

“Waktu itu ada seorang pasien di Rumah Sakut Umum Daerah Ruteng di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang menjadi korban dari salah satu kecelakaan tabrak lari yang tragis. Itu satu dari sekian banyak kisah masyarakat Indonesia yang tidak bisa melanjutkan pengobatan karena keterbatasan biaya. Peristiwa-peristiwa seperti ini yang justru mendorong saya untuk mengoptimalkan akses fasilitas kesehatan dan pengobatan, terutama di daerah terpencil di Indonesia. Sebagai dokter, saya terdorong untuk mendengar dan memperhatikan keperluan dan keluhan masyarakat Indonesia. Dari peristiwa-persitiwa seperti inilah yang membuka hati dan pikiran saya untuk mengerjakan tugas saya yang sesungguhnya dan yaitu untuk melayani orang-orang kecil dan kurang mampu yang sangat memerlukan fasilitas pengobatan dan perawatan yang tuntas.”

BukaTalks merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memfasilitasi anak muda Indonesia untuk meningkatkan kapasitas diri melalui sharing informasi berbentuk forum diskusi. Lewat kegiatan ini, Bukalapak berharap untuk menghidupkan kreatifitas dan kebutuhan informasi di dunia yang serba digital dan kreatif. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan diadakan rutin setiap 2 minggu di kantor Bukalapak dengan menampilkan narasumber-narasumber yang menarik dan berkualitas.

Acara BukaTalks juga direkam dan diunggah di kanal Youtube Bukalapak agar yang belum dapat hadir di acara BukaTalks bisa menyaksikannya dan terinspirasi oleh topik-topik menarik dari narasumber-narasumber dari berbagai industri. 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *