Search
Selasa 18 Februari 2020
  • :
  • :

Samsung Didorong Buka Pabrik di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah terus mendorong agar pembuat atau fabrikan telepon seluler untuk segera berinvestasi membuka pabrik di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi. Menurut budi, tahun ini diharapkan pabrikan telepon seluler Samsung, asal Korea Selatan mulai melakukan perakitan di Indonesia.

"Samsung kita harapkan untuk produksi disini. Tahap pertama kita dorong tahun ini. Yang dimaksud tahap pertama itu bisa assembling dan lain-lain," ungkap Budi. Dijelaskan Budi, meski belum dapat dipastikan secara rinci berapa besaran investasi termasuk lokasi pabrik, Samsung telah mengetahui kondisi industri manufaktur elektronika di Indonesia karena sebelumnya Samsung telah memiliki pabrik elektronika di Indonesia, selain HP. "Mereka punya pabrik di sini dan punya pengalaman juga," tambah Budi.

Budi juga mengungkapkan bahwa perusahaan komponen elektronika yang juga pembuat komponen telepon seluler Foxconn Technology Group juga akan segera berinvestasi di Indonesia. Sayangnyan Budi belum mau menyebutkan secara rinci. "Foxconn progresnya positif," jelasnya.

Mengenai Foxconn, sebagaimana diberitakan sebelumnya, di 2013 ini  Foxconn Technology (Hon Hai Precision) akan memfokuskan investasinya di rumahnya sendiri, Taiwan. Pimpinan Foxconn, Terry Gou, menyebutkan rencana tersebut ke sejumlah media lokal bahwa mereka akan membangun fasilitas di New Taipei, Taichiung dan Kaohsiung. Selama ini Foxconn lebih banyak memproduksi barang-barang elektronik dari Cina.

Apa arti dari semua ini? Bagi Indonesia, gelagat Foxconn ini, membuat harapan Indonesia untuk memperoleh investasi miliaran dollar dan pembukaan lahan pekerjaan masif di sektor ini nampaknya semakin menipis, kalau boleh bahkan disebut bisa gagal.

Sebab sebelumnya, menurut rencana, seperti disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat di 2012 lalu, pembangunan Pabrik Foxconn untuk memproduksi Ponsel, Ipad maupun tablet, dimulai 2012 ini. Saat itu, Hidayat mengatakan Foxconn akan membangun pabriknya secara bertahap di atas lahan 500 hektare.

"Kalau semua sudah siap tahun ini maka pembangunan akan dimulai secara bertahap. Saat ini mereka masih dalam tahap feasibility studies," jelasnya. Gegerlah industri telekomunikasi Indonesia. Pasalnya, RIM yang diharapkan bangun pabrik BlackBerry di Indonesia malah memilih Malaysia menjadi lokasinya.

Namun setahun sudah berlalu. Rencana produksi telepon pintar yang diharapkan mulai hadir Juli ini nampaknya tidak akan terwujud. Mengapa?

Ternyata, Foxconn masih menunda investasi di Indonesia, dan itu dibenarnya Hidayat. "Foxconn memang masih menunda, baik masalah pajak (tax), belum tercapainya kesepakatan dengan partner dan soal lahan," kata Hidayat.

Dijelaskan Hidayat, Foxconn menginginkan ada fasilitas khusus seperti pajak bea masuk dan beberapa aturan yang belum bisa disepakati antara kedua belah pihak. Terkait Foxconn ini belum sepakat dengan partner lokal untuk bisa kerjasama. Begitu juga dengan lahan.

Namun, masih ada kabar baiknya. "Komitmennya mereka hanya menunda 3-6 bulan ke depan," katanya. Artinya, paling lambat pertengahan tahun ini Foxconn akan mulai bangun pabrik. 

Akankah investasi yang mencapai angka 10 miliar dollar AS ini terwujud? Jangan terlalu berharap!

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *