Search
Jumat 15 November 2019
  • :
  • :

Setahun Setelah IPO, Laba Usaha Passpod Meningkat 27,35%

MAJALAH ICT – Jakarta. Setahun sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, PT. Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod), perusahaan platform travel assistance berbasis teknologi di Indonesia, terus menghadirkan berbagai inovasi dan meningkatkan pelayanan bagi para konsumen. Hal ini tercermin dari kinerja keuangannya dimana perseroan berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 89,83% atau Rp 4,69 miliar year-on-year (YoY) per 30 September 2019, atau dari Rp 5,23 miliar per 30 September 2018 menjadi Rp 9,92 miliar. Sedangkan selama setahun, laba usaha Passpod meningkat sebesar 27,35% atau Rp 161,35 juta dari Rp 589,88 juta per 30 September 2018 menjadi Rp 751,23 juta per 30 September 2019.

Passpod adalah perusahaan jasa penyewaan modem wifi dan travel assistance bagi traveler Indonesia yang bepergian ke luar negeri, dengan tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Tepat pada 29 Oktober 2018 lalu, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ‘YELO’. Melalui pencatatan perdana saham ini YELO menjadi emiten ke 46 pada tahun 2018, sekaligus startup pertama binaan program inkubasi BEI dan OJK, yakni IDX Incubator, yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

CEO Passpod Hiro Whardana mengatakan, “Tak terasa sudah setahun Passpod melantai di Bursa Efek Indonesia. Sudah banyak mimpi awal kami sejak tahun lalu yang berhasil tercapai, mulai dari menghadirkan berbagai produk dan fitur terbaru seperti tiket atraksi & event, asuransi perjalanan, e-commerce, travel itinerary, dan tak lupa Passpod+. Kami juga mencatatkan milestone Passpod yang telah berhasil ekspansi keluar negeri. Dengan proyeksi jumlah outbound traveler di Indonesia yang terus meningkat, kami berhasil mencapai penjualan yang membanggakan, khususnya pada kuartal Q3 2019 ini.”

Pada kuartal ketiga di tahun 2019, Passpod mengalami peningkatan penjualan sebesar 83,57% menjadi Rp 29,24 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 15,93 miliar. Dari segmen usaha global connectivity, terdapat peningkatan penjualan kuota internet dan sewa modem yakni sebesar 93,60% menjadi Rp 30,54 miliar dari sebelumnya Rp 15,78 miliar. Sedangkan dari segmen travel services terjadi peningkatan penjualan tiket transaksi, tiket event dan asuransi sebesar 503,28% dari Rp 159,36 juta menjadi Rp 961,42 juta.

Direktur Passpod Wewy Susanto menambahkan “Setahun setelah kami go-public, kami terus meningkatkan kinerja perseroan demi mencapai target kami. Dari sisi neraca perseroan, kami terus meningkatkan total aset dimana total aset YELO sampai dengan 30 September 2019 tercatat sebesar Rp 84,88 miliar, dengan 52,24% diantaranya adalah merupakan aset lancar YELO. Kami juga berhasil meningkatkan jumlah ekuitas yang jauh lebih besar yakni sebesar Rp 81,12 miliar dibandingkan jumlah liabilitas YELO per 30 September 2019 sebesar Rp 3,76 miliar.”

Menanggapi hasil ini Hiro menjelaskan kinerja perseroan tercapai dengan berbagai strategi Passpod untuk menambah fitur-fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, menambah kerjasama dengan pihak-pihak travel dengan tidak lupa terus meningkatkan pelayanan kepada para konsumen.

Mengenai proyeksi kedepan, Hiro pun cukup optimis “Menyambut libur akhir tahun dimana terjadi peningkatan jumlah traveler Indonesia keluar negeri, kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan setia Passpod melalui berbagai produk, layanan dan promosi. Peningkatan pejualan di Q3 2019 ini merupakan wujud dari strategi kami sebagai digital tourist pass terdepan di Indonesia untuk terus berinovasi, demi menjadi ekosistem on-demand berbasis aplikasi yang menawarkan berbagai kebutuhan yang relevan bagi traveler selama bepergian.”

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *