Search
Minggu 5 Juli 2020
  • :
  • :

Shopee: Belanja Online Jadi Pilihan Utama Pengguna Selama Beradaptasi di Kebiasaan New Normal

MAJALAH ICT – Jakarta. Shopee, platform ​e-commerce ​terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, menyoroti perubahan besar untuk produk makanan dan bahan makanan karena adanya kebiasaan yang bergeser di masyarakat Indonesia untuk lebih mengutamakan membeli makanan secara ​online.​ Secara khusus, Shopee melihat tren pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan meningkat 4 kali lipat. Penjual dan mitra ​brand pun turut beradaptasi dengan ​new normal ​ini dengan menawarkan beragam produk makanan secara online dan menggunakan platform ​live streaming ​untuk menunjukkan kualitas produk makanan yang dijual secara langsung (​real time​).

Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia mengatakan, “Semenjak ​physical distancing jadi kebiasaan penting yang diterapkan di kehidupan kita, kami melihat adanya perubahan yang disebabkan; terutama penyesuaian cara berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pembelian makanan dan bahan makanan, khususnya, kini dilakukan secara online ​karena konsumen menemukan kenyamanan tersendiri untuk melengkapi kebutuhannya melalui ​e-commerce​. Penjual dan mitra ​brand ​beradaptasi dengan cepat, menjadikan Shopee sebagai perpanjangan tangan mereka untuk menjangkau pelanggan baru. Kami melihat ini sebagai evolusi jangka panjang, dan Shopee akan terus berusaha memimpin tren ini di tahun-tahun mendatang.”

Empat tren utama yang ditemukan oleh Shopee untuk pasar makanan dan kebutuhan bahan makanan di Indonesia, pertama, konsumen beralih ke platform ​online ​untuk membeli produk makanan Masyarakat Indonesia memilih ​e-commerce s​ ebagai kanal untuk membeli makanan dan bahan makanan, tren ini ditandai oleh belanja makanan kini lebih banyak dilakukan secara ​online​. ​Shopee melihat adanya peningkatan 4 kali lipat pada jumlah pengguna yang melakukan pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan. Ini menunjukkan bahwa para pengguna menemukan kenyamanan tersendiri dalam melengkapi kebutuhan makanan dan bahan makanan melalui ​e-commerce​.

Kemudian, orang berbelanja makanan sepanjang waktu. E-commerce m​enawarkan kemudahan bagi para penggunanya untuk berbelanja makanan kapan saja. Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas belanja yang tetap tinggi sepanjang minggu, di mana jumlah kunjungan memuncak paling tinggi pada hari Senin, Selasa, dan Jumat.

Selain itu, belanja makanan dan bahan makanan berevolusi seiring berjalannya waktu untuk beradaptasi dengan pandemi COVID-19. Masyarakat juga membeli lebih banyak ragam makanan secara online karena perubahan gaya hidup di tengah ditetapkannya ​physical distancing d​ i masa pandemi COVID-19 dimana permintaan tinggi untuk makanan kaleng di bulan Maret. ​Imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat bersiap dengan persediaan makanan siap saji di rumah. Hal ini tercermin dengan meningkatnya permintaan makanan kaleng sebanyak 7 kali lipat di Shopee pada bulan Maret.

Lebih banyak produk makanan “​offline​” yang dibeli secara ​online​. Masyarakat Indonesia menjadi lebih nyaman dan percaya membeli makanan dan bahan makanan secara ​online d​ engan adanya imbauan ​physical distancing ​yang berlanjut. Masyarakat kini membeli lebih banyak jenis makanan secara ​online,​ termasuk produk-produk yang biasanya dibeli secara ​offline.​ Pada bulan April, permintaan untuk makanan segar tumbuh 11 kali lipat di Shopee. Produk paling populer meliptui kecap asin, beras, gula kemasan, kopi instan, daging potongan, dan kebab ​frozen​.

Terlihat juga, Ppria dan konsumen di luar Jakarta jadi pembeli makanan paling aktif secara ​online. Pembelian produk makanan secara ​online k​ ini telah menjadi rutinitas. Shopee telah mengamati adanya peningkatan aktivitas belanja yang signifikan untuk pengguna laki-laki dan pengguna yang berada di luar Jakarta dimana lonjakan permintaan bahan makanan di luar Jakarta. Konsumen di luar Jakarta juga melihat ​e-commerce s​ ebagai kanal utama untuk mengakses makanan dan bahan makanan karena adanya pembatasan mengunjungi toko ​offline​. Di Shopee, aktivitas belanja makanan dari daerah di luar Jakarta meningkat 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.

Pria lebih sering berbelanja bahan makanan dan memasak: ​Aktivitas berbelanja makanan pria meningkat hingga 6 kali lipat jika dibandingkan tahun 2019. Pria tampaknya lebih sering memasak dari rumah dan belanja bahan makanan dalam beberapa bulan terakhir – dibuktikan dengan terpilihnya bahan pokok, makanan instan, serta makanan segar dan makanan beku sebagai yang produk-produk paling populer di kalangan pengguna pria di Shopee.

Mitra ​brand ​dan penjual melakukan digitalisasi dengan Shopee, sebagai cara baru untuk menjual makanan secara ​online. Mitra ​brand ​dan penjual beradaptasi dengan perubahan kebiasaan masyarakat dengan memperluas bisnisnya melalui Shopee. Mereka menawarkan produk makanan yang lebih beragam dan menggunakan cara baru untuk berjualan secara ​online​ menawarkan lebih banyak pilihan dan variasi. Shopee telah melihat pertumbuhan yang stabil pada jumlah mitra ​brand ​dan penjual yang menawarkan produk makanan mereka secara ​online​, di mana ini memberikan lebih banyak pilihan bagi pembeli. Di Shopee, variasi produk naik dua kali lipat dari tahun 2019.

Menggunakan cara baru untuk menjual makanan secara ​online​ dimana Mitra ​brand ​dan penjual menggunakan ​live streaming u​ ntuk menjual produk makanan lebih efektif. Dalam beberapa bulan terakhir, Shopee Live telah menjadi alat vital bagi penjual untuk menjajakan produk terbarunya baru dan memastikan kualitas produk terjamin secara langsung (​real time​), mendorong peningkatan penjualan rata-rata 3,5 kali lipat. Salah satu penjual produk makanan siap saji yang berdomisili di Payakumbuh, Sumatera Barat, baru-baru ini mengadakan sesi Shopee Live untuk menjajakan berbagai produk rendang berkualitas yang mereka jual, dan berhasil menjangkau audiens yang lebih luas di tengah pandemi.

Shopee memudahkan transformasi digital dimana Shopee telah menjadi perpanjangan utama digitalisasi bisnis karena COVID-19 kian membentuk lanskap ritel dan toko menjadi lebih luas. Pekan lalu, Shopee meluncurkan kampanye ​7.7 Pesta Diskon Supermarket ​agar para pengguna dapat mengakses bahan makanan, ​makanan segar d​ an beku, perlengkapan kebersihan rumah tangga, dan produk lainnya dari penjual dan mitra ​brand ​yang terpercaya secara ​online​. Para pembeli, penjual, dan mitra ​brand ​juga dapat menikmati pengalaman belanja ​online ​yang lebih nyaman di Shopee dengan menikmati pengiriman gratis tanpa minimum belanja, ​flash sale terkurasi untuk produk sembako, serta fitur pencarian berbasis lokasi yang menghubungkan pengguna dan penjual yang berlokasi dekat untuk pengiriman pesanan yang lebih cepat.

Handhika menutup​, “Situasi COVID-19 dan penerapan imbauan ​physical distancing telah menciptakan perubahan besar dalam gaya hidup konsumen, yang turut mempengaruhi cara mitra ​brand ​dan penjual menjalankan bisnis mereka. Kami akan terus memantau situasi terkini dan meningkatkan sistem operasional kami untuk memenuhi perubahan kebutuhan konsumen, mitra ​brand​, dan para penjual kami.”

Shopee juga telah memberikan dukungan secara berkelanjutan dalam upaya pengentasan COVID-19 di Indonesia sejak kebijakan ​physical distancing p​ ertama kali diterapkan. Inisiatif terbaru Shopee memungkinkan pengguna menyumbangkan masker medis untuk rumah sakit umum daerah di Jakarta hanya dengan memainkan Shopee Tanam. Pada 25 Juni, sebanyak 299.200 masker medis berhasil disumbangkan ke Rumah Sakit Pelni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *