Search
Minggu 22 April 2018
  • :
  • :
simcard

Skandal Registrasi Prabayar, 1 NIK Dipakai untuk Registrasi 2,2 Juta Nomor SIM Card

MAJALAH ICT – Jakarta. Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh mengungkap banyak NIK dari berbagai provider telekomunikasi yang digunakan untuk mendaftar ribuan bahkan jutaan nomor ponsel prabayar. Demikian diungkapkan Zudan dalam Rapat Panityia Kerja Perlindungan Data Pribadi di Komisi I DPR RI. Dikatakannya, ada kasus dimana satu KK dan NIK dipakai untuk mendaftarkan sekira dua juta SIM prabayar sekaligus.

Dijelaskan Zudan, angka yang didapatkan itu merupakan angka akumalasi dari mulai dilaksanakannya registrasi kartu prabayar sampai dengan akhir. “Ini akumulasi dari periode awal sampai dengan akhir masa registrasi kartu prabayar,” katanya. Sebagaimana diketahui, registrasi kartu prabayar dilakukan sejak akhir Oktober 2017 sampai dengan akhir Februari 2018.

Adapun operator yang paling banyak mendaftarkan nomor NIK untuk jutaan pelanggan adalah Indosat Ooredoo. Untuk Telkomsel, sebanyak 518.000 nomor prabayar yang diregistrasikan menggunakan 1 NIK. Kemudian XL, 319.000 nomor yang diketahui. Lalu, Tri 83.000 serta 146.000 Smartfren.

Dirjen Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Ahmad M Ramli membenarkan hal tersebut, “Sesuai penjelasan Dirjen Dukcapil, ada 2,2 juta nomor,” jelas Ramli. Dan dengan mengemukanya kasus ini, katanya, Kominfo akan melakukan langkah yang sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Ramli menjelaskan bahwa Kominfo akan mengambil beberapa langkah tegas. Dia juga mengatakan akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib terkait masalah ini. “Operator diinstruksikan untuk memblokir nomor-nomor yang termasuk pelanggaran. Untuk penegakkan hukumnya, Kominfo dan Dukcapil sudah melakukan koordinasi dengan Mabes POLRI,” tandasnya.

Ditambahkan Ramli, Kementerian Kominfo sendiri menyatakan telah menegur operator seluler yang bertindak nakal tersebut. “Dari kita bisa sanksi administrasi, bisa teguran ke-1, ke-2, hingga ke-3, karena buat perusahaan ditegur itu luar biasa dampaknya,” yakinnya.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *