Search
Jumat 25 September 2020
  • :
  • :

SpaceX Mendapat Persetujuan FCC Untuk Membangun Sistem Internet Satelit Starlink

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah memberikan persetujuan untuk aplikasi dari SpaceX yang meminta izin untuk membangun sistem satelit yang akan menyediakan layanan internet dari luar angkasa.

Proposal SpaceX, yang disebut Starlink, pertama kali diumumkan oleh perusahaan pada tahun 2015. Perusahaan Elon Musk mengajukan permohonan persetujuan pada tahun 2017 dan sekarang, dengan persetujuan yang diberikan, akan memulai proses membawa gugus satelit yang diajukan untuk hidup.

Persetujuan dari FCC menandai kesempatan pertama organisasi pemerintah mengizinkan konstelasi satelit berlisensi AS untuk menyediakan layanan internet broadband melalui satelit orbit. “Dengan tindakan ini, Komisi mengambil langkah lain untuk meningkatkan ketersediaan broadband berkecepatan tinggi dan kompetisi di Amerika Serikat,” kata FCC dalam sebuah pernyataan.

Sebelum menyetujui aplikasi dari SpaceX, FCC juga memberikan izin kepada perusahaan termasuk OneWeb, Space Norway, dan Telesat yang juga ingin memasuki pasar broadband di AS dengan menawarkan solusi berbasis satelit. Agensi mengatakan akan terus mengeksplorasi opsi-opsi serupa untuk memperluas akses internet broadband.

Dengan persetujuan dari FCC di tangan, SpaceX bertujuan untuk memiliki konstelasi satelit Starlink operasionalnya pada tahun 2019 atau 2020. Sistem ini akan terdiri dari sebanyak 4.425 satelit berbiaya rendah yang akan memancarkan koneksi internet broadband ke konsumen di Bumi.

Sistem ini bekerja sama dengan bagaimana layanan nirkabel di pesawat disediakan. Namun, SpaceX percaya bahwa ia dapat mencapai kecepatan broadband dengan koneksi yang dapat diandalkan, sebanding dengan koneksi serat optik, dari satelit orbit rendah Bumi.

Jika perusahaan berhasil mencapai tujuannya, itu bisa memberikan pilihan alternatif yang sangat dibutuhkan bagi banyak konsumen yang hanya memiliki satu pilihan untuk menyediakan layanan internet broadband di wilayah mereka. Monopoli regional mempengaruhi lebih dari 50 juta orang Amerika.

“Kami menghargai peninjauan menyeluruh FCC dan persetujuan lisensi konstelasi SpaceX,” kata Gwynne Shotwell, Presiden dan Chief Operating Officer di SpaceX, dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun kami masih banyak melakukan hal yang rumit ini, ini adalah langkah penting menuju SpaceX membangun jaringan satelit generasi mendatang yang dapat menghubungkan dunia dengan layanan broadband yang andal dan terjangkau, terutama menjangkau mereka yang belum terhubung.”

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *