Search
Sabtu 17 April 2021
  • :
  • :

Strategi MTDL Menjadi Enabler Pengembangan AI di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Metrodata Electronics Tbk (“MTDL” atau Perseroan), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”) khususnya di bidang solusi digital serta distribusi hardware dan software, terus mengambil langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan penerapan dan penyebaran teknologi informasi, salah satunya pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Di mana pengembangan AI ini merupakan langkah MTDL dalam mendorong transformasi digital di Indonesia melalui dua unit bisnisnya, yaitu unit bisnis Distribusi (PT Synnex Metrodata Indonesia/SMI) yang bekerja sama dengan merek-merek TIK ternama dunia dan unit bisnis Solusi dan Konsultasi (PT Mitra Integrasi Informatika/MII) yang menyediakan solusi lengkap dalam penerapan teknologi AI, seperti sumber daya manusia, infrastruktur, dan peralatan TIK.

Susanto Djaja selaku Presiden Direktur MTDL mengatakan, “Kami melihat teknologi AI menjadi salah satu kunci penting dalam transformasi digital. Namun, saat ini perkembangan dan adopsi teknologi AI di Indonesia masih belum sepesat negara-negara maju lainnya karena masih kurangnya kesiapan industri atau pemain bisnis untuk membuka akses data mereka untuk bertransformasi secara digital. Mengatasi hal itu, kami mengandalkan lini bisnis Solusi dan Konsultasi, serta Distribusi menyediakan fasilitas dan solusi
AI agar teknologi ini terus berkembang dan lebih banyak digunakan di Indonesia.”

Metrodata terus menyediakan solusi yang dibutuhkan perusahaan dan membantu para pelaku Teknologi Informasi untuk dapat berkembang. Salah satu langkahnya, Metrodata melalui SMI kembali menyelenggarakan kompetisi “Indonesia Edge AI Challenge 2021” bersama Intel. Kompetisi ini menyasar bagi perusahaan (korporasi) dan Independent Software Vendor (ISV) yang sudah menggunakan teknologi AI dalam aplikasi dan solusi yang dikembangkan dan siap dipasarkan. Kompetisi ini juga menjadi wadah untuk mencari mitra bisnis di bidang AI lokal untuk dapat bersaing secara global. Metrodata telah menjalin berbagai kerja sama dengan perusahaan, baik dalam maupun luar negeri.

Dari sisi penerapan pada lini bisnis Solusi dan Konsultasi, melalui anak usahanya yaitu MII, Metrodata menawarkan solusi AI berupa Fraud Detection yang membantu tim Anti-Fraud untuk mitigasi risiko operasional khususnya untuk pelanggan di sektor Keuangan & Perbankan. Tidak hanya terbatas pada sektor Keuangan & Perbankan, Metrodata juga membantu sektor usaha lainnya melalui beragam solusi yang ditawarkan, seperti Image Detection using Deep Learning (DL), yaitu sebuah fitur pengenalan objek berdasarkan gambar atau foto, Candidate Recommendation yang digunakan bagian Human Resources Development (HRD), dan sebagainya.

Metrodata juga telah menerapkan teknologi AI dalam membantu penyandang disabilitas dengan meluncurkan TISA atau platform digital bersama dengan ThisAble Enterprise dan Kata.ai. Platform digital ini berupa chatbot yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan intelektual melalui kemampuan AI. Metrodata memberikan sumbangsih dalam mengimplementasikan dan mengintegrasikan chatbot melalui aplikasi WhatsApp kepada ThisAble Enterprise. TISA akan dibagi menjadi tiga fungsi, yaitu TISA sebagai Customer Service, Learning Center, dan Collection Reminder. Customer Service berbasis pesan berfungsi untuk menjawab pertanyaan dan menangani keluhan para disabilitas, seperti masalah hukum, transportasi, sosial, pendidikan, seksual, keamanan, dan sebagainya.

Pencapaian-pencapaian tersebut didukung oleh kedua anak usaha MTDL. Pada lini bisnis Solusi dan Konsultasi melalui MII, Metrodata saat ini sudah memiliki 25 konsultan keamanan informasi dan beberapa juga sudah memiliki sertifikasi Internasional seperti GIAC (Global Information Assurance Certification) dan OSCP (Offensive Security Certified Professional). Ditambah melalui anak usahanya SMI pada lini bisnis Distribusi, Metrodata memiliki pusat distribusi lebih dari 100 brand produk dan jasa TI kelas dunia yang tersebar di 20 wilayah strategis di Indonesia meliputi 150+ kota dan 5.200+ channel partner didukung dengan tenaga penjualan dan logistik termasuk di dalamnya tim Technical Advisor dan Professional Engineers.

“Melalui kedua unit bisnis yang terintegrasi ini, Metrodata dapat menyediakan solusi lengkap untuk terus mendorong pengembangan dan penerapan AI di Indonesia sehingga dapat bersaing secara global. Hal ini juga merupakan upaya Metrodata untuk mempercepat pengembangan dan memajukan teknologi AI di Indonesia dan membantu infrastruktur untuk transformasi digital. Oleh karena itu, Metrodata melalui bisnis unit Solusi & Konsultasi serta Distribusi akan terus memberikan solusi bagi mitra bisnisnya,” tutup Susanto.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *