Search
Kamis 22 Oktober 2020
  • :
  • :

Strategi Vendor Hadapi Big Data

Majalah ICT – Jakarta. Tak hanya perusahaan dan pengembang lokal saja yang ikut menikmati fenomena ledakan Big Data dan meningkatnya pertumbuhan cloudcomputing, produsen chip dunia, Intel pun merasakan hal serupa.

"Big Data sudah mulai masuk ke Indonesia. Intel telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi era Big Data ini," kata Director Strategic Business Development Intel Indonesia, Harry K. Nugraha di Jakarta.

Sebagai penyedia platform Intel siap menjalankan perannya untuk mendistribusikan analisa ke sensor terakhir atau perangkat dan mendorong arsitektur yang terstandarisasi,dapat dikelola, dan aman.

Harry mengaku tengah mendorong inovasi aplikasi terkait Big Data dengan meningkatkan kemampuan dan layanan peranti lunak. Big Data dapat digambarkan dengan miliaran pengguna teknologi informasi yang terhubung satu sama lain baik di internet maupun perangkat komunikasi lainnya. Intel memperkirakan lonjakan trafik data ini sudah lebih dari 1.500 exabytes yang lalu lalang di jaringan komputer berjaringan ibarat di awan (cloud computing) dan sekitar 1.400 exabytes di sistem data terintegrasi.

Dengan lonjakan trafik ini, maka media penyimpanan (storage capacity) yang dibutuhkan untuk menampung data bisa melonjak 690% dalam 3 tahun ke depan atau pada 2015. Pertumbuhan Big Data dipicu data yang tidak terstruktur pada komunikasi media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram.

Data dari media sosial yang tidak terstruktur bercampur menjadi satu dengan data korporasi yang memang sudah terstruktur mulai dari data klien, produk, hingga transaksi perdagangan. Untuk mengambil peluang tersebut, harus diantisipasi dengan terus membangun storage yang merupakan faktor intelligence dan pergerakan ke penyimpanan terdistribusi. (MajalahICT/ap)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *