Search
Senin 16 Desember 2019
  • :
  • :

Tak Ada Sanggahan, Menteri Pastikan Telkomsel dan XL Menangkan Seleksi 3G

MAJALAH ICT – Jakarta. Sesuai rencana, 5 Maret ini Menteri Komunikasi dan Informatika akan mengumumkan secara resmi, operator mana yang berhak mendapat tambahan blok 3G. Sebagaimana diketahui, panitia seleksi beberapa minggu telah mengumumkan bahwa Telkomsel dan XL Axiata berada di peringkat 1 dan 2, dan hasil finalnya menunggu apakah ada sanggahan atau tidak.

Menurut sumber MAJALAH ICT yang dekat dekat Kementerian Kominfo, hasil yang diumumkan Panitia Seleksi blok tambahan 3G, nampaknya final. "Tidak ada sanggahan karena hanya tiga operator yang memasukkan dokumen. Sanggahan akan tergantung Indosat apakah menerima kegagalan atau tidak. Dan nampaknya, Indosat legowo menerima ketidaklolosan mereka dalam evaluasi kelayakan. Sehingga, hasil panitia seleksi bersifat final dan Menkominfo hanya tinggal membuat surat Keputusan Menteri saja," ungkapnya.

Sebagai kelanjutan proses seleksi, setelah penetapan pemenang oleh Menkominfo, ada kewajiban yang harus segera pemenang tunaikan dalam waktu 7 hari. Selain suka cita, kewajiban lain yang menunggu dari dua operator tersebut adalah membayar up front fee dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi. Sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 43/2012 mengenai Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio Tambahan pada Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz untuk Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler IMT-2000, untuk up front fee masing-masing operator harus membayar Rp. 513.222.236.452,-

Sementara untuk BHP tahunan, di tahun pertama pemerintah menetapkan hanya sebesar 20% dari Rp. 513.222.236.452,- atau hanya membayar Rp. 102.644.447.290,4. Angka 20% semacam cicilan yang akan makin meningkat hingga 10 tahun ke depan. Sehingga total, Telkomsel dan XL harus membayar masing-masing Rp. 615.866.683.742,4.

Bukan angka yang kecil tentunya, bahkan berdasar Majalah ICT, kewajiban ini merupakan kewajiban membayar frekuensi termahal sepanjang sejarah hanya untuk mendapatkan 5 MHz frekuensi. Rekor sebelumnya dipegang oleh Telkomsel saat membayar 5 MHz dalam seleksi pertama 3G di 2006, dimana total harus membayar Rp. 523,2 miliar.

Dari kewajiban Telkomsel dan XL ini, total pemerintah akan segera mendapatkan dana segar Rp. 1,231 triliun. 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *