Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Telkom Harus Bersaing dengan 90 Entitas Lain dalam Tender di Myanmar

MAJALAH ICT – Jakarta. Langkah PT Telkom untuk dapat memenangkan persaingan mendapatkan ijin penyelenggaraan telekomunikasi di Myanmar, tidak dapat dibilang mudah. Pasalnya, hingga penutupan Expression of Interest (Penyataan Ketertarikan), ada 90 entitas lain yang berminat untuk menjadi operator telekomunikasi di Myanmar. Entitas yang tertarik ternyata dari seluruh belahan dunia, seperti Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, Ameria Latin dan Afrika.

Setelah tahap pertama dari proses lelang ijin telekomunikasi di Myanmar di mulai, tahap kedua dari proses pemberian lisensi adalah tahap prakualifikasi. "Tahap prakualifikasi kini telah dimulai. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi peminat, baik entitas tunggal atau konsorsium, yang memenuhi seperangkat persyaratan dasar yang menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan, kekuatan keuangan, keahlian operasional dan pengalaman untuk merancang, melaksanakan dan mengoperasikan jaringan telekomunikasi publik di Myanmar," jelas Tim Seleksi dalam dokumen seleksi yang didapat MAJALAH ICT. 

Dalam dokumen rinci mengenai aturan prakualifikasi, peminat dapat mengajukan pertanyaan tertulis hingga 7 Maret 2013. "Dokumen prakualifikasi harus disampaikan selambat-lambatnya tanggal 4 April 2013 Pukul 15:00," demikian bunyi di dalam dokumen.

Setelah tahap kedua, operator yang lolos seleksi akan memasuki tahap ketiga. Pada tahap ketiga dari proses penghargaan lisensi, dua peminat yang lolos prakualifikasi akan dipilih dengan menggunakan metode evaluasi komparatif, yang akan mengarah pada pemberian dua lisensi telekomunikasi nasional. Seluruh proses dijadwalkan selesai pada 27 Juni 2013.

Sebagaimana diketahui, Telkom jadi mengikuti tender lisensi telekomunikasi di Myanmar. Bahkan dokumen minat expression of interest (EoI) sudah dikirim sebelum penutupan 25 Januari lalu, yang kemudian diperpanjang. Hal itu diungkap Operational Vice President Public Relation Telkom Arif Prabowo, dalam siaran pers di Jakarta. 

Menurut Arif, dokumen yang menyatakan bahwa Telkom menyatakan minat, telah dilayangkan pada 23 Januari 2013, dan diterima pemerintah Myanmar melalui Telecommunication Operator Tender Evaluation and Selection Committee. "Dokumen kesiapan Telkom mengikuti tender untuk mendapatkan lisensi sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi di Myanmar telah dikirim kepada pemerintah Myanmar," jelas Arif.

Ditambahkan, batas akhir penyerahan EoI tadinya pada 25 Januari 2013, namun diperpanjang sampai dengan 8 Februari 2013. "Melihat perpanjangan masa penyerahan EoI, maka Telkom belum terlambat seperti yang diberitakan selama ini. Untuk itu sekarang kita fokus merampungkan persiapan akhir dalam upaya untuk memenangkan proses tender tersebut," tambahnyanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa belum ada pernyataan resmi mengenai rencana PT Telkom melakukan ekspansi usaha ke Myanmar. Namun begitu, untungnya, Kementerian Pos dan Telekomunikasi secara resmi menyatakan memperpanjang waktu untuk pengajuan ketertarikan mendapatkan lisensi layanan telekomunikasi di negeri Seribu Pagoda tersebut. 

Hal itu terkuak dari laman resmi Kementerian Postel sebagaimana disampaikan Komite Seleksi dan Evaluasi. Disebutkan, Komite Seleksi telah memutuskan untuk memperpanjang batas waktu untuk pengajuan Expression of Interest (EOI) pemberian dua lisensi layanan telekomunikasi nasional dengan 10 hari kerja. Pihak yang berminat diminta untuk menyerahkan EOI selambat-lambatnya pukul 3 sore waktu setempat, pada tanggal 8 Februari 2013.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *