Search
Selasa 18 Februari 2020
  • :
  • :

Telkom Harus Bersaing dengan Vodafone, China Mobile dan George Soros di Myanmar

MAJALAH ICT – Jakarta. Langkah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang saat ini sedang mengikuti  proses tender untuk mendapatkan lisensi operator layanan telepon di Myanmar, tentu tidak dapat dibilang mudah. Persaingan ternyata begitu ketat. Pasalnya, seperti dberitakan Wall Street Journal, pemain kelas dunia lain seperti China Mobile dan Vodafone juga turut serta memperebutkan lisensi.

Bahkan bukan hanya dua operator itu saja yang ikut tender untuk dua lisensi di "Negeri Seribu Pagoda" tersebut. Belasan oprator lain juga beradu nasib di sana, termasuk operator-operator yang didukung secara finansial oleh George Soros. Seperti, Yoma Strategic Holding Singapura dan Digicel Group Ltd. Jamaika yang berafiliasi juga dengan perusahaan investasi pertama di Myanmar.

Dari kubu Telkom sendiri, disebutkan bahwa jika Telkom menang dalam seleksi di sana, maka nilai investasi di Myanmar bisa mencapai 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 19 triliun. Menurut Presiden Direktur Telkom, Arief Yahya , nilai investasi tersebut tidak sulit bagi Telkom mengingat belanja modal (capital expenditure/capex) di Indonesia sudah mencapai 2 miliar dolar AS per tahun. "Sumber pendanaan sudah siap dan tidak akan mengganggu capex dalam negeri," ujarnya. Ditambahkan, kesiapan itu dikarenakan Telkom sudah memiliki ketersediaan dana sebesar 1 miliar dolar AS dimana dengan dana sejumlah itu, Telkom bisa mendapatkan pinjaman bank hingga 3 miliar dolar AS.

""Selain siapnya pendanaan, Telkom juga mengaku siap ebrsaing dengan operator incumbent di sana, ayitu MPT dan Yatanarpon. Sehingga diharapkan, kehadiran Telkom dapat menurunkan tarif operator telepon jika memenangkan tender tersebut. "Kalau kita dapat lisensi, harga akan menuju wajar. Sebab harga kartu perdana untuk telpon genggam di Myanmar mencapai 200 dolar AS atau hampir dua juta rupiah. Harga wajar di Myanmar bisa dicapai empat sampai lima tahun," tegas Arief.

Sementara itu, Pemerintah Myanmar melalu Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi menetapkan bahwa tanggal 4 April adalah batas penyerahan dokumen pra kualifikasi tender penyediaan layanan telekomunikasi di Myanmar, yang akan diberikan pada 2 operator. 

Berkenaan dengan rencana PT Telkom untuk bertarung memperebutkan lisensi telekomunikasi di Myanmar, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Indonesia akan berinvestasi di Myanmar dalam bidang mineral, energi, komunikasi, dan pertanian. "Dari satu bidang telekomunikasi melalui PT Telkom, diprediksi nilai investasi Indonesia akan menyentuh miliaran dolar AS. Kalau Telkom menang tender, bisa miliaran dolar karena ini green field, jadi membangun dari hulu hingga hilirnya," harap Hatta dari Myanmar.

Hatta sendiri mengunjungi Myanmar bersama sejumlah delegasi BUMN Indonesia. Hatta menyatakan PT Telkom siap berinvestasi di bidang telekomunikasi Myanmar. Investasi di Myanmar dinilai memiliki potensi besar. Di Myanmar, Hatta bersama rombongan bertemu dengan Presiden Myanmar, Thein Sein di Istana Kepresidenan Myanmar.

Langkah PT Telkom untuk dapat memenangkan persaingan mendapatkan ijin penyelenggaraan telekomunikasi di Myanmar, tidak dapat dibilang mudah. Pasalnya, hingga penutupan Expression of Interest (Penyataan Ketertarikan), ada 90 entitas lain yang berminat untuk menjadi operator telekomunikasi di Myanmar. Entitas yang tertarik ternyata dari seluruh belahan dunia, seperti Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, Ameria Latin dan Afrika.

Setelah tahap pertama dari proses lelang ijin telekomunikasi di Myanmar di mulai, tahap kedua dari proses pemberian lisensi adalah tahap prakualifikasi. "Tahap prakualifikasi kini telah dimulai. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi peminat, baik entitas tunggal atau konsorsium, yang memenuhi seperangkat persyaratan dasar yang menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan, kekuatan keuangan, keahlian operasional dan pengalaman untuk merancang, melaksanakan dan mengoperasikan jaringan telekomunikasi publik di Myanmar," jelas Tim Seleksi dalam dokumen seleksi yang didapat MAJALAH ICT. 

Dalam dokumen rinci mengenai aturan prakualifikasi, peminat dapat mengajukan pertanyaan tertulis hingga 7 Maret 2013. "Dokumen prakualifikasi harus disampaikan selambat-lambatnya tanggal 4 April 2013 Pukul 15:00," demikian bunyi di dalam dokumen.

Setelah tahap kedua, operator yang lolos seleksi akan memasuki tahap ketiga. Pada tahap ketiga dari proses penghargaan lisensi, dua peminat yang lolos prakualifikasi akan dipilih dengan menggunakan metode evaluasi komparatif, yang akan mengarah pada pemberian dua lisensi telekomunikasi nasional. Seluruh proses dijadwalkan selesai pada 27 Juni 2013

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *