Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Ternyata Ada 36,6 Juta Serangan ke Situs Pemerintah, ‘Lebay’?

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah mengungkapkan bahwa situs www.preisdensby.info bukanlah jadi satu-satunya situs pemerintah yang diserang hacker. Seperti disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, dikatakan bahwa selama 2012 saja ada sekitar 36,6 juta serangan hacker ke situs-situs pemerintah. Lebay?

Tifatul tentu menepis bahwa yang disampaikannya berlebihan karena Kementerian yang dipimpinnya memiliki tim security yang bekerja 24 jam penuh. "Kita punya tim security yang 24 jam bekerja," ujar Tifatul.

Ditambahkan, serangan ke situs www.presidensby.info bukanlah serangan satu-satunya, sebab dari data yang didapatnya, ada 36,6 juta serangan ke situs pemerintah di 2012. "Situs www.presidensby.info bukan satu-satunya situs pemerintah yang kena. Selama tahun 2012 saja ada 36,6 juta kali serangan ke situs pemerintah," jelasnya. Dari angka itu, lanjutnya, artinya ada 125 ribu kali serangan per hari.

Sehingga, menurutnya, siapapun yang melanggar dengan melalukan serangan perlu diproses. "Tapi bagaimana prosesnya nanti kita lihat," kata Menteri yang juga pernah memimpin Komisi I DPR ini.

Sebagaimana disampaikan Kepala Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot Dewa Broto, peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat dikenakan ancaman penjara 12 tahun dan denda Rp 12 miliar sebagaimana ditentukan dalam Pasal 51 ayat 1 UU ITE sebagai pelanggaran Pasal 35 UU yang sama.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute yang juga mendalami cybercrime Heru Sutadi, perlu ada sanksi lain selain sanksi pidana. "Tidak semua harus dipidanakan. Di banyak negara, peretas-peretas ini dikenakan sanski sosial seperti dilibatkan ikut menjaga keamanan situs tersebut atau penguji celah keamanan situs lain," papar Heru.

Apalagi, tambahnya, kondisinya situs presidensby.info ini juga sering diserang yang berarti celah keamanan perlu diperkuat atau diperbaiki. "Walaupun status situs ini tidak jelas apakah situs pribadi atau kenegaraan, masalah keamanan perlu terus jad perhatian. Dengan melibatkan mereka yang tahu celah-celah mengganti tampilan situs tersebut, maka diharapkan keamanan situs menjadi lebih baik," tambahnya.

Heru juga menjelaskan, perubahan DNS server seperti yang disebutkan banyak pihak mengenai apa yang terjadi dengan situs presidensby.info ini bukanlah termasuk hacking apalagi cracking. Sebab, DNS diubah di domain administrator nya. "Bukan terhadap situs itu sendiri," kata Heru. 

Apa yang disampaikan Heru ini nampaknya sesuai dengan apa yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring saat isu peretas situs ini muncul. Tifatul menjelaskan bahwa yang diretas bukanlah situs presiden. Melainkan, hanya domain name system (DNS) situs presiden yaitu soft player yang berada di Texas, Amerika Serikat, sehingga situs presidensby.info dialihkan ke IP Address lain. "Itupun pulih dalam beberapa jam kemudian karena masih dalam tangungjawabnya DNS server itu semacam ISP," jelas Tifatul saat kasus ini merebak.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *