Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Terpental Dari Tender di Myanmar, Ini Komentar Telkom

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah Myanmar telah mengumumkan hasil pra-kualifikasi tender lisensi seluler di negara tersebut, di mana PT Telekomunikasi Indonesia tidak termasuk di dalam shortlisted bidder. Apa komentar Telkom?

Operation Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo, mengatakan bahwa Telkom akan tetap melanjutkan program ekspansi bisnis di Myanmar. Hal tersebut sesuai dengan rencana awal Telkom memasuki Myanmar melalui penetrasi bisnis Information & Communication Technology (ICT) yang salah satunya adalah tender lisensi seluler.

"Pemerintah Myanmar tengah menggencarkan upaya menyediakan akses teknologi informasi bagi rakyatnya. Telkom optimis dapat menjadi mitra terpercaya pemerintah Myanmar dalam pembangunan Infrastruktur teknologi informasi,” jelas Arif.

Ditambahkan Arif, pada tender lisensi tersebut, Telkom sebenarnya telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh komite tender. Namun adanya perbedaan persepsi atas salah satu persyaratan, maka membatasi partisipasi Telkom. 

Meskipun tidak berhasil masuk dalam shortlisted bidder tender lisensi seluler di Myanmar, Telkom optimis peluang ekspansi bisnis ke Myanmar masih sangat terbuka. Terutama, bisnis dengan resiko lebih rendah, return yang lebih cepat dan value yang lebih tinggi, seperti bisnis digital media & solusi ICT yang dibutuhkan oleh Small Medium Enterprise (SME) & korporasi. Kesiapan Telkom menggarap layanan ICT di Myanmar merupakan bagian dari rencana ekspansi internasional yang sudah dicanangkan. Hingga saat ini, Telkom telah berhasil melakukan ekspansi ke Hong Kong, Timor Leste, Singapura, Australia dan Malaysia.

“Telkom memprogramkan ekspansi bisnis ke 10 negara, lima diantaranya sudah diwujudkan sementara lima negara lainnya sedang diupayakan,” ujar Arif. 

Sebelumnya, Telkom melalui anak usahanya PT Telekomunikasi International (Telin) sudah melakukan ekspansi bisnis di Hongkong. Pada awal Oktober 2012, melalui layanan Mobile Virtual Network Operator (MVNO), Telin meluncurkan produk kartu AS 2in1. Sambutan masyarakat di Hongkong atas layanan tersebut sangat menggembirakan, ditandai dengan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 52% hanya dalam waktu tiga bulan, yakni awal Januari 2013 jumlah pelanggan sebanyak 25 ribu dan pada akhir Maret 2013 naik menjadi 40 ribu. Selain itu, Telin Hong Kong melalui Kartu As 2in1 masuk sebagai top 3 MVNO players bersama Vodafone (SmarTone) & People China Mobile (Rekanan). 

Masih melalui anak usahanya Telin, Telkom juga melakukan ekspansi bisnis di Timor Leste dan berhasil mendapatkan lisensi seluler di negara tersebut dengan menyiapkan investasi tak kurang dari USD 50 Juta hingga tahun 2015. Dana itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan 2G dan 3G.

Prestasi Telin Timor Leste juga sangat menggembirakan, ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, di mana pemenuhan Service Coverage Obligation pelanggan sebesar 94% yang seharusnya diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun, dapat dipercepat menjadi hanya dalam waktu 1 tahun. Keberhasilan tersebut juga diiringi dengan penguasaan market share sebesar 9,13% hanya dalam waktu satu bulan operasi, dimana pada awal April 2013 jumlah pelanggan sudah mencapai 55 ribu pelanggan.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *