Search
Rabu 23 Oktober 2019
  • :
  • :

Tiga Cara Otomatisasi Pemasaran yang akan Mengubah dan Meningkatkan Mobile Marketer

MAJALAH ICT – Jakarta. Dengan lebih banyak data di ujung jari dibandingkan sebelumnya, pemasar aplikasi memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang pengguna dan motivasi mereka. Tetapi seiring kemajuan teknologi, pekerjaan pemasar juga meningkat secara kompleks.

Manajer pemasaran kini harus menangani berbagai macam saluran. Beralih di antara berbagai alat sambil mencoba menyatukan sumber data yang berbeda seringkali berarti banyaknya pekerjaan manual dalam hal manajemen saluran, operasi iklan, dan alokasi anggaran. Itulah sebabnya berbagai alat otomasi pemasaran baru, dengan kemampuan mereka untuk mengotomatisasi berbagai tugas yang berulang, diharapkan dapat mengubah cara pemasar bekerja ke depannya. Josh Jang, kepala penjualan Adjust untuk kawasan Asia Tenggara dan Korea akan memberikan informasi lebih lanjut tentang bagaimana otomatisasi pemasaran dapat merevolusi cara kerja digital marketer.

Apa sebenarnya otomatisasi pemasaran?

Teknologi otomatisasi pemasaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, tetapi pada dasarnya teknologi otomatisasi adalah perangkat lunak yang secara otomatis mengontrol dan memantau tindakan pemasaran. Alat-alat ini akan mengambil tugas-tugas pemasaran yang membosankan dan berulang-ulang dan melakukannya dengan lebih efisien dibandingkan jika dilakukan secara manual.

Analisis data contohnya, ilmuwan data, atau siapa pun yang bekerja dengan data dalam jumlah besar, menghabiskan hampir 80% dari hari kerja mereka untuk melakukan akuisisi, pembersihan, dan pengorganisasian data. Namun, hal ini tidak harus terjadi. Dengan otomatisasi pemasaran, Anda pada dasarnya dapat menyerahkan pekerjaan yang menghabiskan waktu ini ke mesin, yang jauh lebih efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Dan itu hanya permukaannya saja. Bagaimana lagi alat otomatisasi pemasaran dapat membantu, dan apa cara terbaik untuk memulainya?

Menghubungkan berbagai saluran

Salah satu daya tarik dari perangkat lunak otomatisasi pemasaran adalah kemampuannya untuk membantu pemasar menghubungkan saluran pemasaran mereka, menyatukan beberapa platform menjadi satu. Mengintegrasikan berbagai sumber tidak hanya memudahkan navigasi di antara mereka, tetapi juga membantu dalam membandingkan metrik dan melihat di mana optimalisasi dapat dilakukan.

Integrasi data

Sementara pemasar memiliki akses ke lebih banyak data dari sebelumnya, kelebihan ini telah menghadirkan tantangan yang sangat nyata untuk melakukan konsolidasi dan memahami semuanya. Data dari satu sumber sangat membantu, tetapi bisa menambahnya dengan data lain yang berhubungan membuatnya menjadi lebih berarti. Saat ini, hal itu berarti upaya besar untuk merekonsiliasi data dari berbagai saluran, penyedia, dan layanan ke satu tempat sebelum dapat digunakan.

Untungnya, ada serangkaian alat baru yang dapat menghilangkan kerumitan rekonsiliasi. Hal ini mungkin menjadi trik otomatisasi perangkat lunak yang paling kuat. Keberhasilan pemasaran tidak hanya tentang jumlah data, tetapi juga tentang kemampuan menganalisanya dengan benar – dan data terintegrasi menawarkan pemahaman yang jauh lebih baik tentang akuisisi pengguna, retensi, dan bahkan penipuan.

Pengoptimalan yang lebih cepat dan lebih sederhana

Ketika data akhirnya direkonsiliasi, di situlah strategi masuk. Sekarang terserah pemasar untuk menganalisis dan memahami data ini, mengoptimalkan aliran pengguna dan campaign yang sesuai.

Dengan data di telapak tangan mereka, pemasar dapat lebih mudah melihat di mana optimasi harus dilakukan. Dan dengan bertambahnya jumlah saluran akuisisi setiap tahun, alat-alat ini sangat membantu untuk berhasil mengelola, mengoptimalkan, dan menemukan saluran, serta mengalokasikan anggaran dan mengotomatiskan penawaran.

Matt Sadofsky, seorang pemasar pertumbuhan (growth marketer) yang telah dikenal secara luas, memberikan gambaran yang lebih jelas. Skenario yang digunakannya berkisar pada permainan dengan tawaran CPI (cost per install) dasar untuk kampanye dengan kisaran $ 2 pada jaringan iklan di mana penerbit hanya menggerakan LTV (lifetime value) yang diproyeksikan senilai $ 0,07.

Dia menjelaskan: “Anda kehilangan $ 1,93 pada setiap aplikasi yang Anda instal. Sekarang, bayangkan Anda memiliki sistem yang dapat menentukan setelah 50 pemasangan atau kurang bahwa kampanye ini memiliki kemungkinan sangat rendah untuk berhasil. Menarik steker lebih awal akan menghemat Anda $ 1,93 untuk setiap pemasangan. Jika Anda memiliki 100 sub-penerbit yang Anda matikan berkat sistem peringatan dini ini, Anda menghemat hampir $ 10.000. ”

Otomatisasi sebagai peluang untuk meningkatkan

Bagi mereka yang ingin terjun ke dalam otomatisasi, mungkin sulit untuk mengetahui dari mana memulainya. Meskipun alat-alat ini dapat dibuat sendiri, biayanya sangat besar untuk menghasilkan waktu dan uang – belum lagi pemeliharaannya. Sangatlah membantu untuk memilih mitra yang memberikan integrasi dan dukungan untuk meringankan beban dan memastikan data Anda digunakan secara maksimal.

Salah satu argumen paling kuat untuk otomatisasi adalah potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Saat ini, menyulap begitu banyak alat, dasbor, dan sumber data membutuhkan banyak waktu. Hal tersebut menyisakan lebih sedikit peluang bagi tim untuk menghasilkan solusi berharga untuk masalah yang disajikan data, apakah itu mengoptimalkan materi iklan atau strategi untuk kampanye baru. Dengan otomatisasi yang lebih, pemasar akan menjadi lebih pintar dan lebih strategis karena mereka mendapatkan kembali waktu yang telah hilang untuk tugas-tugas yang tidak ada artinya.

Mesin dapat sangat berguna dalam beberapa hal, dan seringkali jauh lebih baik daripada manusia. Tetapi masih ada banyak pekerjaan yang membutuhkan sentuhan manusia, dan akan selalu seperti itu. Otomatisasi hanya membebaskan pemasar untuk melakukan lebih banyak tugas yang lebih penting dan kreatif.

Pada akhirnya, kita membutuhkan lebih banyak produk yang membuat pekerjaan pemasar menjadi lebih mudah, dengan peningkatan efisiensi dan skalabilitas yang lebih besar. Mengurangi alur kerja berulang memungkinkan tim fokus pada apa yang benar-benar penting bagi mereka, yaitu optimisasi kampanye untuk mendorong ROI (return of investment).

Author: Josh Jang, Head of Sales Korea & SEA at Adjust

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *