Search
Kamis 18 Januari 2018
  • :
  • :
p2p-modalku

Total Pendanaan Modalku untuk UMKM Capai Sebesar Rp.1 Triliun

MAJALAH ICT – Jakarta. Menjelang ulang tahun yang kedua, Grup Modalku sebagai startup pionir peer-to-peer (P2P) lending Indonesia berhasil mencapai total pencairan pinjaman modal usaha sebesar Rp 1 triliun bagi UMKM-UMKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dengan pencapaian ini, perkembangan Modalku di tahun 2017 sembilan kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan tahun 2016. Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Modalku, di mana lebih dari 50% dari total pinjaman, atau sekitar Rp 520 miliar disalurkan bagi UMKM lokal.

Total pendanaan UMKM Grup Modalku merupakan jumlah terbesar yang dicetak platform P2P lending baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Pencapaian ini juga merupakan kontribusi teknologi finansial terhadap inklusi keuangan nasional serta segmen UMKM yang seringkali kekurangan akses pinjaman modal usaha.

Selama tahun 2017, Modalku menerima banyak penghargaan, baik dari organisasi global maupun regional dan lokal. Di akhir September 2017, Modalku menjadi pemenang Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB. Modalku merupakan startup Asia pertama dan satu-satunya yang pernah memenangkan penghargaan tersebut. Modalku juga terpilih dalam daftar Fintech 250 CB Insights yang berisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia yang melakukan terobosan inovasi dalam bidang teknologi finansial. Selain itu, laporan FinTech 2017 Daily Social menunjukkan bahwa Modalku adalah layanan FinTech pinjam-meminjam no.1 di Indonesia. Penghargaan-penghargaan ini membuktikan bahwa dunia mengakui dampak positif bagi masyarakat yang diciptakan solusi FinTech seperti P2P lending.

Modalku menyediakan layanan P2P lending, di mana UMKM berpotensi dan pencari investasi alternatif dipertemukan lewat pasar digital. Dengan mendanai pinjaman UMKM, pemberi pinjaman Modalku mendapatkan alternatif investasi dengan tingkat return menarik, lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi. Di sisi lain, UMKM peminjam mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan dengan proses online yang mudah dan cepat. Model bisnis P2P lending Modalku memperluas akses pinjaman modal usaha bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya, agar semakin banyak segmen masyarakat yang mendapatkan layanan keuangan.

Menurut data OJK, terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp 1.000 trilliun di Indonesia setiap tahun. Situasi ini tak hanya merugikan industri usaha kecil, tetapi juga melemahkan ekonomi negara. Studi Oliver Wyman dan Modalku menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang menyebabkan kerugian sebesar 14% dari total PDB nasional di tahun 2015. Karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternatif bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara, sebesar 60,34% dari PDB nasional dan memperkerjakan 97% dari tenaga kerja Indonesia.

Reynold Wijaya selaku Co-Founder dan CEO Modalku berkata, “Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih Modalku selama 2017, khususnya mendapatkan pengakuan dunia bahwa kami memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia serta mendukung inklusi keuangan nasional. Tentunya kami hanya bisa mencapai semua prestasi ini dengan adanya kepercayaan dari pihak publik, OJK, serta para peminjam dan pemberi pinjaman kami. Selain bersyukur, kami semakin terdorong untuk menjadi lebih baik lagi di tahun 2018 agar dapat mendukung semakin banyak UMKM berpotensi, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara.”

Hendrikus Passagi, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, berkata: “Pendanaan gotong royong online atau FinTech P2P lending telah memberikan kontribusi yang baik bagi langkah awal upaya inklusi finansial di Indonesia dengan pendanaan lebih dari Rp 2,5 trilliun sepanjang tahun 2017, termasuk dari teman-teman Modalku. OJK berharap model pendanaan gotong royong online ini akan lebih banyak memberikan dukungan pendanaan di sektor hulu Pertanian, Nelayan, dan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya dapat dilayani industri keuangan konvensional.”

Selain prestasi di atas, Modalku menutup tahun 2017 dengan ekspansi serta kerja sama dengan organisasi lain. Modalku membuka kantor operasional di Bandung dan Surabaya, serta mengadakan kolaborasi dengan TaniHub, startup agriculture marketplace yang berkembang sangat pesat di Indonesia, dan Biro Kredit PEFINDO sebagai lembaga pengelola informasi kredit.

 




Tinggalkan Balasan