Search
Sabtu 22 Februari 2020
  • :
  • :

Tower Bersama akan Refinancing Utang 243 Juta Dolar AS

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk akan membayar (re-financing) utang sebesar 243 juta dolar AS pada tahun ini. Adapun sumber pembayaran utang tersebut adalh dari dana hasil penerbitan obligasi global (global bond) senilai 300 juta dolar AS.

Menurut Helmi Yusman Santoso, utang yang di-refinancing merupakan bagian dari program utang (debt program) senilai 2 miliar dolar AS  di luar debt program. Refinancing akan menguntungkan perseroan, karena sumber dananya berasal dari global bond yang tidak memiliki amortisasi dan berbunga tetap. "Dana global bond yang dialokasikan untuk me-refinancing utang maksimal 81 persen. Adapun sisanya untuk mendanai keperluan umum perseroan,” kata Helmi Yusman Santoso.

Sebelumnya diberitakan, pendapatan Tower Bersama hingga akhir 2012 mencapai sebesar Rp.1,71 Triliun. Menurut Presiden Direktur Tower Bersama Hardi Wijaya Liong, terjadi peningkatan pendapat sebesar 77% dan EBITDA meningkat sebesar 83%. "Pendapatan dan EBITDA hingga akhir 2012 adalah Rp 1,71 triliun dan Rp 1,39 triliun. Pendapatan ini meningkat 77 % dan EBITDA meningkat 83 % dibanding periode tahun sebelumnya," jelasnya.

Menurut Hardi, di tahun 2012, Tower Bersama berhasil menambah 6.706 penyewaan, sehingga menjadi 13.708 penyewaan. Sementara, lokasi BTS yang dimiliki berjumlah 8.439 yang terdiri dari 7.055 menara telekomunikasi, 1.040 shelter BTS dan dan 344 jaringan DAS. 

Sementara itu, PT Telekomunikasi Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan anak usahanya yang bergerak di penyediaan sarana infrastuktur menara, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), untuk dapat bergabung dengan empat terdaftar telekomunikasi perusahaan tower, termasuk Tower Bersama dan Sarana Menara.

"Telkom sedang mempertimbangkan empat terdaftar telekomunikasi perusahaan tower, termasuk Tower Bersama dan Sarana Menara Nusantara, untuk merger dengan perusahaan Unit PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), tetapi belum memulai pembicaraan resmi," demikian ungkap Direktur Telkom IT Solution dan Strategic Portfolio Indra Utoyo.

Menurut Indra, jika rencana berhasil, akan menciptakan perusahaan telekomunikasi menara terbesar, apalagi di Indonesia, penyediaan menara dan juga pembangunan menara khusus anya untuk lokal saja, dan asing dilarang usaha di bidang ini. "Rencana ini bisa melalui merger dengan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar atau IPO. Telkom telah mempekerjakan Barclays Capital untuk memberikan nasihat tentang rencana," jelas Indra. 

Sebagaimana diketahui, PT Tower Bersama merupakan perusahaan ekuitas Saratoga Capital yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno. Sedangkan, Sarana Menara Nusantara sejak 2010 sudah terdaftar di Indonesia Stock Exchange dengan memiliki 7.500-an tower.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *