Search
Kamis 18 Agustus 2022
  • :
  • :

Transformasi Digital: Meninjau Kembali Faktor Kesuksesan yang Diperlukan Perusahaan

MAJALAH ICT – Jakarta. Harus kita akui, pandemi Covid-19 telah mendorong terjadinya percepatan digital transformasi di berbagai sektor industri. Banyak perusahaan yang berusaha mengadopsi teknologi ke dalam sistemnya. Lalu, bagaimana perkembangannya setelah dua tahun berlalu? Tidak semua proses transformasi digital berjalan dengan mulus. Banyak yang sudah mencoba dan banyak juga yang gagal.

Menurut enterprisersproject.com, transformasi digital adalah integrasi teknologi digital ke dalam semua bidang bisnis, yang secara mendasar mengubah cara Anda beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Ini juga merupakan perubahan budaya yang mengharuskan organisasi untuk terus menantang status quo, bereksperimen, dan merasa nyaman dengan kegagalan.

Mengacu pada artikel yang ditulis oleh Dr. Marcell Volmer, kita akan meninjau kembali langkah-langkah proses digitalisasi.

1. Mulailah dengan sebuah visi

Untuk memulai perjalanan transformasi digital Anda, bisnis harus dimulai dengan sebuah visi, yaitu hasil yang ingin dicapai hari ini dan di masa yang akan datang. Eksekutif perusahaan harus punya visi yang besar untuk benar-benar mengubah bisnis Anda. Implementasi teknologi bukanlah hasil, melainkan “alat” untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Mulailah dengan sebuah tujuan dan temukan teknologi yang sesuai untuk mendukung visi Anda.

2. Fokus pada prioritas

Prioritaskan pada apa yang harus ditransformasi dahulu, misalnya bagian Human Resources atau bagian marketing. Lalu tentukan bagaimana KPI-nya serta outcome yang dikehendaki.
Transformasi sebaiknya tidak berhenti pada 1 atau 2 departemen saja karena dampak baru dapat dirasakan setelah sebagian besar departemen di perusahaan sudah bertransformasi.

3. Menganalisa dampak

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap efek atau dampak yang dihasilkan dari proses transformasi, terutama terhadap departemen-departemen lain di dalam perusahaan.
Contoh kasusnya seperti ini: seumpama perusahaan ingin menerapkan sistem tanda tangan digital untuk bagian marketing namun ternyata tim legal hanya bisa menerima tanda tangan asli ketimbang tanda tangan digital.

4. Organisasi yang terstruktur

Para stakeholder membutuhkan dukungan untuk mencapai konsistensi dalam selama proses transformasi, seperti memberikan imbalan bagi karyawan atas prestasi yang dihasilkan atau hadiah untuk konsumen yang memberikan masukan terbaik untuk perusahaan.
Salah satu alasan mengapa proses transformasi digital bisa gagal adalah karena kurangnya dukungan dari pimpinan. Manajemen harus memiliki tujuan dan strategi serta hasil yang diinginkan dengan jelas. Agar proses transformasi berjalan sukses, perusahaan harus memiliki kepemimpinan yang fokus serta mengadopsi teknologi baru untuk seluruh perusahaan. Semua harus bertanggung jawab dalam menentukan dan mengeksekusi proses transformasi digital, serta berinvestasi pada teknologi yang tepat.

5. Teknologi yang tepat

Yang penting bukan sekadar membelanjakan uang melainkan bagaimana membelanjakan uang dengan benar. Begitu semua proses dan struktur terencana dengan baik, Anda dapat menentukan sistem dan teknologi apa yang akan mendukung visi Anda.

Teknologi seharusnya dapat membantu Anda dalam dua bidang ini:
● Membangun atau mengimplementasikan platform digital baru dengan tujuan untuk berkomunikasi dengan konsumen(external) serta prosedur operasional yang lebih efisien dalam operasional (internal)
● Mengulangi atau mengubah model operasi Anda dalam menggunakan teknologi dan mempersingkat waktu.
Yang harus diingat adalah teknologi bukan jawaban dari transformasi digital tetapi hanya sebagai enabler, pendorong atau pendukung utama. Jadi sebaiknya fokuslah pada hasil, bukan hanya pada teknologi. Dengan mitra teknologi yang tepat, baik eksternal maupun internal, kerjasama ini harus membantu perusahaan dan tidak menghambat. Daripada memaksa perusahaan untuk menggunakan satu teknologi tertentu, lebih baik fokus pada visi bisnis perusahaan yang ingin dicapai.

6. Yang tidak kalah pentingnya adalah melibatkan karyawan dan pelanggan dalam transformasi digital.
Membawa teknologi baru dan tercanggih tidak akan menjamin kesuksesan Anda. Komitmen karyawanlah yang akan mendorong transformasi digital Anda.

Rahasia lainnya adalah komunikasi. Ini harus benar-benar disiapkan untuk karyawan dan pelanggan. Misalnya dengan mengadopsi Sistem Manajemen Proyek yang dapat melacak semua tugas dan tanggung jawab karyawan. Dibutuhkan banyak upaya dalam komunikasi agar semua karyawan dapat menggabungkan teknologi dalam tugas sehari-hari mereka. Penguatan perlu dilakukan seperti pelatihan, membuat sistem baru yang wajib dimanfaatkan, dan mengkomunikasikan manfaat penggunaan teknologi dari pada alat sebelumnya.

Juga, jangan lupa komunikasi berarti jalan dua arah, jadi mendengarkan karyawan, konsumen, dan juga pemasok akan membantu Anda mengarahkan dan meningkatkan inisiatif. Sebenarnya ini adalah salah satu cara paling cerdas untuk mencapai transformasi digital dengan benar dalam waktu sesingkat-singkatnya.

7. Ulangi terus dan jangan menyerah

Kebanyakan perusahaan akan gagal di proses awal. Namun jika memiliki cukup pengalaman, perusahaan akan menerima dampak yang besar dari proses transformasi. Karena itu janganlah berhenti dan tetap menyesuaikan diri.

Ditulis oleh Marco Widjojo, CEO SALT.ID.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *