Search
Kamis 20 Juni 2019
  • :
  • :

Unpatti Gelar FGD Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2019 Wilayah Ambon

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pattimura Ambon menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) Panel Ahli Survei Indeks Kualitas Siaran Televisi Periode I yang digelar di Swiss-BelHotel Kota Ambon.

Diskusi bertujuan untuk memperbaiki kualitas program siaran televisi. Program siaran televisi diharapkan bukan sekadar memenuhi standar penilaian pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran, tetapi juga dapat melihat analisis pengaruh dari suatu tayangan program televisi.

Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Ubaidillah berharap kerja para intelek ini hasilnya kelak benar-benar bermanfaat untuk masyarakat secara luas serta menghasilkan masukan yang mendalam mengenai berbagai program acara yang di sajikan oleh lembaga penyiaran sesuai dengan tujuan UU Penyiaran yaitu ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara Dekan FISIP Universitas Pattimura Prof. Dr. Tonny Pariela MA. Menyampaikan Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang di lakukan oleh KPI Pusat bersama 12 Perguruan Tinggi ini adalah sebagai salah satu alat penentu kebijakan yang di keluarkan KPI.

Dengan Diskusi ini Unpatti berharap masyarakat mempunyai opsi terbaik dalam hal tayangan yang disajikan lembaga penyiaran sehingga unpatti mendorong pada diskusi kali ini mendapatkan pemikiran yang produktif sehingga pada saatnya nanti mendapatkan nilai yang konferhensif demi masa depan bangsa.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah ahli dari daerah Maluku yaitu: Antasari Bandjar, SS., M.I.Kom dan Said Lestaluhu., S.Sos., M.Si. Kategori Berita dan Talkshow, Sandra I. Telussa S.Sos., M.Si dan Vransisca Kissya, SE., MA. Kategori Sinetron dan Anak, Fatmawati Rumra, S.Sos. M.Si. dan Selvianus Salakay, S.Sos Kategori Religi dan Wisata Budaya, Dra. D. L. Y. Lopulalan M.Si. dan Yustina Sopacua kategori Variety show dan Infotainment.

Para ahli tersebut hadir sesuai dengan kualifikasi yang diberikan oleh KPI yaitu orang-orang yang paham mengenai metodologi komunikasi, komunikasi massa, religi, sosial-budaya, psikologi, dan politik. Sambung Isma.

Pada diskusi yang dilakukan sebagian besar para panelis ahli berpandangan bahwa tayangan berkategori berita, sinetron dan infotainment memiliki efek yang kurang baik terhadapan masyarakat, sehingga memerlukan perhatian lebih khusus lagi.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *