Search
Kamis 26 November 2020
  • :
  • :

Visa Akan Menggandeng 10 Juta Usaha Kecil di Asia Pasifik dalam Program Global melalui Perdagangan Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Visa, perusahaan pembayaran digital terdepan di dunia, hari ini mengumumkan komitmen untuk mendukung 10 juta usaha kecil di seluruh Asia Pasifik dalam upaya untuk memulihkan bisnis komunitas lokal setelah pandemi COVID-19. Visa memperkenalkan serangkaian program dan solusi untuk membantu mendorong efisiensi dan penjualan usaha kecil dan menengah (UKM), melalui penerimaan dan pembayaran secara digital, untuk menjawab tantangan kebutuhan pembayaran nontunai yang meningkat – baik secara online maupun pembelanjaan langsung di toko. Visa juga membentuk Visa Economic Empowerment Institute (VEEI) yang berfokus pada masalah ekonomi dan sosial, termasuk tantangan yang dihadapi UKM akibat pandemi, dan memperkecil kesenjangan ras dan gender.

Komitmen angka 10 juta di Asia Pasifik ini adalah bagian dari program global Visa dalam mendukung 50 juta usaha kecil di seluruh dunia. UKM akan memainkan peran penting dalam membantu pemulihan masyarakat – bisnis UKM mencakup lebih dari setengah jumlah pekerja global dan termasuk yang paling terdampak oleh pandemi ini[1]. Di Asia Pasifik, UKM menyumbang lebih dari 90 persen bisnis dan mempekerjakan 50 persen tenaga kerja.

Selain dampak ekonomi, COVID-19 telah mempercepat laju perdagangan digital. Hal ini bisa dilihat dari orang-orang yang mencari cara baru untuk membayar tanpa menyentuh terminal, hingga melesatnya pembelanjaan di eCommerce yang disebabkan naiknya belanja online dari rumah. Di Asia Pasifik, 41% konsumen melakukan lima atau lebih transaksi eCommerce dalam tiga bulan terakhir. Tiga perempat konsumen di wilayah tersebut mengatakan mereka akan tetap menggunakan pembayaran digital dan tidak kembali ke uang tunai, bahkan nanti setelah pandemi global mereda.

“Perdagangan di seluruh Asia Pasifik semakin beralih ke digital setelah adanya COVID-19, dari semakin banyak orang memesan barang-barang kebutuhan secara online hingga naiknya kebutuhan untuk moda pembayaran secara tatap muka yang aman, tanpa bersentuhan,” kata Chris Clark, presiden regional Visa untuk Asia Pasifik. “Peran Visa sebagai jaringan pembayaran membuat kami dapat membantu UKM beradaptasi dengan cara-cara baru mengelola dan mengembangkan bisnis mereka, serta memastikan bahwa para pelaku usaha penting ini dapat pulih.”

Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia mengatakan, “Di Indonesia, Visa berkomitmen penuh untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan UKM, seperti yang selama ini kami lakukan melalui program “Ibu Berbagi Bijak” sejak 2017, di mana kami berfokus pada edukasi keuangan perempuan, dan secara khusus sudah mulai menjangkau UKM yang dikelola oleh perempuan mulai tahun lalu. Kami juga sedang dalam tahap awal bekerja sama dengan Gojek untuk membantu UKM melalui program pengembangan kemampuan digital, yang bertujuan untuk meningkatkan peluang pertumbuhan ekonomi mereka dalam periode yang penuh tantangan ini.”

Untuk membantu UKM, Visa memulai dengan berfokus pada empat bidang strategis untuk mendorong perdagangan secara digital dan pertumbuhan ekonomi, dengan secara berkelanjutan menciptakan produk dan layanan seiring dengan kebutuhan wirausaha yang berubah seiring waktu. Bidang-bidang ini meliputi memberdayakan bisnis yang fokus pada digital. Visa telah membangun pusat-pusat sumber daya online yang sekarang tersedia di lebih dari 20 negara dan wilayah, menyediakan sarana, penawaran bermitra, dan informasi tentang cara memulai, menjalankan, dan menumbuhkan usaha kecil berbasis digital. Visa bekerja sama dengan platform eCommerce terkemuka seperti Shopify dan Boutir untuk membantu usaha lokal mulai berbisnis online. Visa akan memperluas kemitraan globalnya dengan IFundWomen ke Asia Pasifik, memberikan hibah dan pelatihan digital untuk usaha kecil milik perempuan di India.

Mendorong pembayaran digital. Mengadopsi teknologi pembayaran nirsentuh yang mudah diterapkan – baik secara waktu maupun lingkup – sangat penting untuk memfasilitasi perdagangan yang lebih cepat dan lebih aman. Visa akan memperkenalkan penerimaan pembayaran digital berbiaya rendah, termasuk solusi yang tidak memerlukan sistem point-of-sale (menyimpan terminal pemroses pembayaran di toko) dan memungkinkan ponsel pedagang untuk menjadi terminal pembayaran. Visa dan para mitra telah meluncurkan solusi tap to phone di Malaysia, dengan semakin banyak pasar Asia Pasifik seperti Australia, Hong Kong, India, Taiwan, dan Vietnam segera menyusul. Visa juga mendukung UKM untuk melakukan pembayaran business-to-business (B2B) secara digital. Dengan digitalisasi pembayaran antarbisnis melalui penggunaan Visa Business Card, UKM dapat merekonsiliasi keuangan mereka dan merasakan manfaat dari efisiensi bisnis dan data analitik, serta mengelola modal kerja mereka secara efektif. Visa telah memberikan penawaran khusus bagi mitra UKM yang menggunakan kartu bisnis ini, yang mencakup akses ke platform akuntansi cloud, pemasaran digital, dan kursus-kursus profesional.

Memberikan insentif atas dukungan terhadap lingkungan sekitar. Kemitraan Visa mendorong konsumen untuk berbelanja secara lokal dan mengingatkan mereka bahwa di mana Anda berbelanja itu penting. Upaya Visa lewat Back to Business Project – sarana online yang membantu konsumen mengidentifikasi peluang bisnis yang mungkin terbuka setelah pandemi atau bencana alam – kini sudah dapat diakses di Australia, Selandia Baru, dan AS, dan akan terus berkembang secara global. Visa juga telah meluncurkan inisiatif baru ‘Where You Shop Matters’ di Australia dan Selandia Baru yang memberdayakan para wirausahawan lokal sekaligus mendorong konsumen untuk mendukung UKM. Visa akan memperluas inisiatif ini ke pasar-pasar Asia Pasifik lainnya seperti Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam.

Mengembangkan kontribusi dan kebijakan. Selain ragam inisiatif yang tengah berjalan, Visa mengumumkan pembentukan Visa Economic Empowerment Institute. Lembaga baru ini terdiri dari para ahli dan mitra Visa yang akan membantu mengatasi ragam masalah mendasar, memberikan wawasan bagi pertumbuhan UKM, dan memperkecil kesenjangan ras dan gender. Proyek-proyek utama dalam enam bulan ke depan akan berfokus membahas sejumlah topik seperti pemulihan dan ketahanan pasca krisis, mobilitas perkotaan, memperkecil kesenjangan dalam mencapai kesetaraan, dan seputar pergeseran status pekerja di dalam gig economy.

Pengumuman ini menyusul komitmen global sebelumnya dari Visa Foundation pada bulan April, untuk menyediakan 210 juta dolar AS dana bantuan COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dari komunitas bisnis kecil dan mikro selama lima tahun ke depan.

Sebagai roda penggerak perdagangan yang terpercaya, Visa berkomitmen untuk memanfaatkan jaringan globalnya untuk membantu dunia beradaptasi, membangun kembali, dan membuat semua orang kembali menjalankan usahanya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *