Search
Senin 9 Desember 2019
  • :
  • :

Yuk, Cari Tahu Kelayakan Anda dalam Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha

MAJALAH ICT – Jakarta. Seiring menguatnya budaya startup dalam 10 tahun terakhir, semakin banyak orang dengan semangat kewirausahaan dan ide-ide besar menjadi lebih berani untuk memulai bisnis pertama mereka. Namun, sebagian besar masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya, yaitu sulitnya mendapatkan modal usaha. Mendapatkan pembiayaan di berbagai iklim ekonomi menjadi tantangan tersendiri, terutama jika Anda tidak memiliki pemahaman tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan pinjaman pertama untuk mewujudkan impian Anda.

Karena mengumpulkan modal usaha menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis, platform solusi bisnis satu atap, Zilingo, berupaya untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi pebisnis untuk kemudian berinovasi dalam menyediakan solusi terhadap masalah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mendukung kemajuan UKM di Indonesia. Platform ini menawarkan berbagai solusi bisnis, salah satunya adalah layanan keuangan. Layanan ini bertujuan untuk membantu pedagang mendanai modal usaha, mengelola arus kas (cash flow), serta melakukan proses pengadaan. Layanan ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Dengan adanya ribuan pengusaha yang berharap mendapatkan suntikan modal, ada beberapa aspek dan persyaratan terkait kredit yang harus dipenuhi sebelum kreditur memberikan pinjaman. Untuk sampai pada tahap tersebut, pemilik bisnis atau calon pengusaha harus memahami karakteristik dasar yang diperhitungkan oleh pemberi pinjaman. Ade Yuanda Saragih, VP dan Country Head, Zilingo membagikan kiat-kiat berikut untuk memastikan calon pengusaha dan pemilik bisnis dapat mengamankan pinjaman yang sangat dibutuhkan menggunakan sistem yang paling dikenal untuk menentukan kriteria kelayakan kredit seseorang yakni prinsip Kredit 5C1.

1. Character

C pertama yakni Character/Karakter adalah pendapat pemberi pinjaman tentang tingkat kepercayaan dan kredibilitas umum si peminjam. Karakter seseorang dapat menunjukkan banyak hal terkait sejarah kredit, reputasi atau rekam jejak mereka untuk membayar utang. “Karena setiap pemberi pinjaman memiliki persyaratan dan karakteristik yang berbeda-beda, carilah pemberi pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dengan membandingkan jumlah pinjaman Anda, suku bunga, dan jangka waktu pinjaman dengan kemampuan Anda memenuhi kriteria analisis kredit mereka,” saran Ade. Di Indonesia, sebagian besar lembaga keuangan menggunakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau perusahaan pemberi skor kredit swasta seperti Pefindo Biro Kredit untuk memeriksa sejarah kredit peminjam. Selain itu, mereka juga akan mempertimbangkan pengalaman masa lalu peminjam dan melacak catatan di industri untuk mengevaluasi apakah peminjam tersebut dapat dipercaya.

2. Capacity

Kapasitas mengacu pada kemampuan peminjam untuk membayar pinjaman berdasarkan pendapatan saat ini, pengeluaran, serta sisa utang yang ada. Peminjam harus menunjukkan arus kas yang cukup untuk mendukung pengeluaran dan utang bisnisnya. Berbeda dengan proses penilaian sebelumnya, kapasitas seseorang akan diukur menggunakan berbagai metrik dan tolok ukur seperti skor kredit, rasio utang dan likuiditas, dan riwayat pembayaran. Ade sangat menyarankan peminjam untuk memastikan bahwa kondisi keuangan pribadi dan bisnis menunjukkan skor kredit yang sehat dengan membayar pinjaman yang ada secara tepat waktu. “Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengajukan pinjaman, hal kedua yang perlu Anda periksa adalah utang ransum Anda (debt-to-ratio/DTI) – persentase dari pendapatan bulanan kotor Anda yang digunakan untuk membayar utang bulanan. Untuk amannya, pastikan DTI Anda sekitar 35% atau kurang,” kata Ade.

3. Capital
C ketiga terkait dengan jumlah uang yang diinvestasikan oleh pemilik bisnis atau tim manajemen kepada bisnis yang ada. Keterlibatan uang pemilik menunjukkan rasa memiliki terhadap bisnis. “Selain membayar cicilan secara rutin, investor sangat mempertimbangkan kondisi keuangan peminjam terkait dengan aset yang mereka miliki, jadi jika Anda telah menginvestasikan uang Anda sendiri ke dalam bisnis, pastikan untuk menyimpan catatannya dan tunjukkan saat Anda melakukan proses peminjaman,” kata Ade.

4. Collateral
Agunan mengacu pada aset yang digunakan untuk menjamin atau mengamankan pinjaman. Pemberi pinjaman akan memperhitungkan segala properti, modal usaha, atau barang berharga yang mungkin diperoleh investor untuk membayar utang. Hal ini memberi pemberi pinjaman keyakinan bahwa mereka bisa mendapatkan sesuatu dengan mengambil alih agunan apabila peminjam tidak dapat membayar utang mereka. Ade menambahkan, “Berkat teknologi, Anda sekarang dapat memiliki lebih banyak opsi pemberi pinjaman baik secara offline maupun online. Jadi jika Anda tidak memenuhi persyaratan agunan, ada berbagai opsi pinjaman yang mengecualikan kondisi ini, seperti dana tanpa jaminan, program kredit mikro (KUR), dan pinjaman dari platform peer-to-peer (P2P).”

5. Condition

C terakhir merupakan Ketentuan yang pada dasarnya merupakan pertimbangan yang dilakukan secara menyeluruh pada bisnis Anda, kompetitor serta kondisi finansial saat ini yang dapat memengaruhi kemampuan peminjam untuk membayar pinjaman. Melalui aspek ini, pemberi pinjaman bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul. Pemberi pinjaman juga akan mempertimbangkan aspek-aspek pinjaman itu sendiri, seperti tingkat bunga, jumlah pokok (amount of principal), bagaimana peminjam akan memanfaatkan dana yang didapat serta faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan tren industri. Untuk mengatasinya, pastikan Anda memiliki alasan spesifik untuk mengajukan pinjaman pada waktu yang tepat.

“Pastikan Anda memiliki rencana komprehensif untuk pinjaman Anda. Selain itu, ajukan pinjaman ketika Anda melihat pertumbuhan kuat di industri Anda,” ujar Ade.

Berpengalaman dalam memberikan bantuan keuangan untuk para pedagang melalui berbagai mitra dari platform pinjaman P2P , bank hingga perusahaan pembiayaan (multifinance), Zilingo memberikan solusi holistik untuk bisnis kecil dan besar untuk memperoleh dana yang dibutuhkan.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *