Search
Sabtu 14 Februari 2026
  • :
  • :

MediaTek Perkuat Toko Ritel Makin Cerdas dengan Edge AI

MAJALAH ICT – Jakarta. Di era kecerdasan buatan, para peritel kini bisa melakukan banyak eksperimen. Namun, seiring tuntutan pengalaman belanja secara real-time, keterbatasan terhadap AI makin terasa lantaran bergantung pada cloud. Oleh karenanya, edge AI kini tidak sekadar alat pendukung, tapi juga penentu daya saing di industri ritel. Mengapa? Karena keunggulan persaingan ini justru dipengaruhi oleh keberadaan teknologi AI yang diterapkan di dalam toko, dukungan perangkat cerdas, data real-time, dan membuat keputusan saat itu juga.

Penerapan edge AI membantu operasional toko dalam memantau stok barang di rak secara real time, sehingga pengisian ulang lebih berbasis prediksi. Kondisi ini bisa menjawab salah satu tantangan klasik di industri ritel: akurasi stok barang (inventory).

Tanpa penerapan otomatisasi cerdas (intelligent automation), tingkat akurasi stok barang di toko fisik dapat merosot hingga 70 persen, alhasil berujung pada hilangnya penjualan dan restok yang tidak efisien. Penerapan edge AI dapat menutup kelemahan ini, yaitu dengan cara memproses informasi atau data secara real time saat itu juga.

AI Ubah Wajah Toko Ritel

AI kini dengan cepat mengubah cara toko-toko ritel beroperasi, mulai manajemen stok barang, melayani pelanggan, penghematan energi, hingga menjaga keamanan. Dalam praktiknya, misal, prediksi AI dapat mengurangi tingkat penyimpanan/penumpukan barang sebesar 20-30 persen, sehingga menekan rak kosong hingga 65 persen. Toko-toko ritel yang mengintegrasikan AI dalam alur kerja rantai pasok dan stok barang, justru mencatat kejadian rak kosong berkurang sekitar 30 persen serta mampu mengurangi biaya penyimpanan barang sebesar 20-50 persen. Capaian ini diperkuat oleh sistem komputer berbasis edge yang mampu memantau pergerakan barang secara real-time, sehingga memungkinkan keputusan restok bisa lebih tepat waktu dan mencegah rak kosong yang merugikan toko.

Tak hanya itu, AI juga mengubah pengalaman peritel berinteraksi dengan pelanggan. Dengan menjalankan model AI yag lebih spesifik domain langsung di perangkat toko (edge), peritel dapat berinteraksi dengan lebih natural tanpa harus mengirim data personal pelanggan ke cloud. Sebuah riset menunjukkan bahwa rekomendasi berbasis AI dapat meningkatkan tingkat pembelian oleh pelanggan hingga 16 persen. Dan, kemampuan edge juga dapat diperluas penerapannya di toko fisik melalui kioks interaktif, fitur panduan belanja digital (guided selling), dan layar promosi digital (digital signage).

Di luar peningkatan operasional dan pengalaman pelanggan, edge AI juga kian dimanfaatkan untuk memantau dan mengoptimalkan operasional toko. Sensor perangkat IoT dan kamera di toko memungkinkan peritel bisa memantau kondisi real time seperti trafik pengunjung, penggunaan energi, hingga aspek keamanan; semua data ini diproses di perangkat toko, sehingga informasi yang didapat bisa segera ditindaklanjuti. Kedua sistem yang bekerja secara bersamaan itu memudahkan toko-toko ritel beroperasi dengan lebih akurat, hemat, dan tingkat respons yang lebih tinggi untuk tiap-tiap sudut rak toko.

Mengapa Edge AI Kini Penting untuk Operasional Toko Ritel

Popularitas edge AI saat ini lantaran kemajuan platform dan perangkat komputasi yang makin ringkas dan hemat daya. Salah satu contohnya, seri Genio buatan Mediatek, yang dirancang khusus untuk penerapan AI-IoT. Chip ini cukup canggih untuk mengoperasikan AI generatif (hingga 10 TOPS= 10 triliun operasi AI per detik) langsung di perangkat, sehingga peritel dapat menjalankan model bahasa yang kompleks di toko tanpa bergantung pada cloud.

Dibangun dengan teknologi proses 6nm, chip tersebut menggabungkan kinerja tinggi dan hemat listrik; dua hal krusial yang dibutuhkan perangkat beroperasi sepanjang hari di toko. Berkat mesin AI bawaan (Neural Processing Units/NPU) perangkat semakin memudahkan peritel menerapkan AI secara luas di seluruh toko dengan irit biaya, andal, dan responsif.

Namun, kinerja AI semata tak cukup menyelesaikan masalah di lapangan, karena banyak tantangan dihadapi peritel untuk mengatur AI di ribuan endpoint. Toko ritel dan penyedia teknologi kerap menghadapi, misal infrastruktur yang berbeda-beda, spesifikasi sistem operasi yang tidak seragam, dan bercampurnya perangkat lama dan modern yang sulit dikelola. Mengatasi hambatan-hambatan ini penting dilakukan demi penerapan AI secara optimal; dengan begitu, peritel dapat mengurangi tingkat kekosongan stok sekitar 20-30 persen, menurunkan biaya logistik sekitar 5-20 persen, dan menurunkan belanja pengadaan sekitar 5-15 persen.

Menjawab tantangan tersebut, MediaTek kini telah menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak terpadu. Platform Genio menawarkan integrasi berupa SoC, konektivitas, serta dukungan sistem operasi Android, Yocto, Linux, dan Ubuntu. Inilah spesifikasi yang dibutuhkan bagi OEM, ISV, dan peritel pada perangkat. Pendekatan full-stack ini sekaligus memperpendek lini masa pengembangan, menyederhanakan validasi, dan memastikan penerapan AI tetap mudah dikelola dari waktu ke waktu.

MediaTek telah menjalin kemitraan dengan NVIDIA guna mempercepat penerapan teknologi. Melalui NVIDIA TAO yang telah siap pakai (pra-validasi) dan terintegrasi, penyedia teknologi dapat membangun aplikasi AI yang spesifik-domain, tanpa harus membuat model dari awal; menghemat biaya sumber daya pengembangan model. Alhasil, mereka bekerja lebih mudah, ongkos produksi bisa ditekan, dan mempercepat pemasaran; mereka pun bisa lebih fokus pada penerapan AI yang benar-benar bermanfaat bagi toko ritel.

Ekosistem developer yang semakin luas tentu memperkuat penerapan AI di toko ritel. Dengan berbasis teknologi berstandar industri, MediaTek memastikan penerapan AI bisa dipakai bagi komunitas developer alias di banyak perangkat. Genio Developer Center menyediakan akses dokumentasi, perangkat lunak, mitra EVK, dan sumber daya lain sehingga memudahkan mitra membuat solusi ritel pintar baru ke pasar dengan lebih cepat.

Kemajuan tersebut menciptakan fondasi edge AI yang dapat diterapkan dan diperluas di masa depan; mampu mendukung kebutuhan operasional saat ini sekaligus generasi berikutnya baik AI generatif maupun agentik di toko ritel.

Menuju Jalan Masa Depan

Para peritel yang menerapkan AI siap mendapatkan hasil nyata: lebih sedikit stok kosong, persedian lebih ramping, operasional lebih efisien, dan pengalaman pelanggan lebih kuat. Namun, ketika menerapkan AI dalam skala besar, tentu memerlukan pendekatan full-stack yang menggabungkan edge computing, kemampuan AI generatif, konektivitas yang mumpuni, NPU yang andal, serta ekosistem developer yang dirancang untuk aksesibilitas dan kecepatan.

Dengan platform Genio, kemitraan NVIDIA, dan model AI yang mengutamakan ekosistem, MediaTek mempersiapkan generasi AI ritel masa depan, di mana semakin membuat tokoh lebih cerdas, operasional lebih tangguh, dan memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.

Oleh CK Wang, Vice Presiden dan General Manager Unit Bisnis IoT di MediaTek