Search
Sabtu 14 Februari 2026
  • :
  • :

AI Mulai Mengubah Industri Media di Indonesia, Redaksi Beradaptasi dengan Teknologi Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah secara signifikan cara kerja industri media di Indonesia. Sejumlah perusahaan media telah mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi produksi berita, mempercepat distribusi informasi, dan memperluas jangkauan audiens di era digital.

Penggunaan AI di ruang redaksi kini mencakup berbagai fungsi, mulai dari transkripsi otomatis wawancara, pembuatan ringkasan berita, hingga rekomendasi konten yang disesuaikan dengan preferensi pembaca. Teknologi ini memungkinkan jurnalis memproses informasi dalam waktu lebih singkat dibandingkan metode konvensional.

Beberapa organisasi media nasional telah memanfaatkan AI untuk membantu proses produksi multimedia, termasuk pengeditan video, pembuatan subtitle otomatis, dan analisis data audiens secara real time. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing media di tengah perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat dan berbasis digital.

“AI membantu mempercepat pekerjaan teknis sehingga jurnalis dapat lebih fokus pada peliputan dan verifikasi informasi,” ujar seorang praktisi media digital di Jakarta, Kamis (12/2).

Sementara itu, Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyampaikan bahwa adopsi AI juga menimbulkan tantangan baru, terutama terkait akurasi informasi, etika jurnalistik, dan potensi penyebaran konten yang menyesatkan. “Penggunaan teknologi otomatis membutuhkan pengawasan manusia untuk memastikan kualitas dan kredibilitas berita tetap terjaga,” katanya.

Ditambahkannya, perubahan tersebut turut memengaruhi kebutuhan keterampilan di industri media. Jurnalis kini dituntut memiliki kemampuan tambahan, termasuk literasi digital, analisis data, dan pemahaman dasar tentang teknologi AI.

Pemerintah dan sejumlah lembaga pendidikan juga mulai mendorong peningkatan kompetensi digital bagi tenaga kerja media guna menghadapi transformasi ini. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu industri media beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga kualitas informasi publik.

“Transformasi berbasis AI diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya investasi teknologi digital dan perubahan pola konsumsi berita masyarakat. Bagi industri media Indonesia, adaptasi terhadap AI dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat,” tutup Heru Sutadi yang telah menerbitkan beberapa buku tentang AI seperti “AI untuk Negeri” dan “A-to-Z Kecerdasan Buatan” ini.