Search
Sabtu 21 Februari 2026
  • :
  • :

Indonesia Masuk Kekuatan Digital Baru Dunia, Pengguna Internet Tembus 230 Juta pada 2026

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan digital terbesar di dunia, seiring meningkatnya jumlah pengguna internet yang mencapai sekitar 230 juta orang pada awal 2026. Angka tersebut menunjukkan penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80 persen populasi, menandai percepatan transformasi digital dalam satu dekade terakhir.

Data terbaru dari laporan Digital 2026 yang dirilis oleh We Are Social dan Meltwater melalui platform DataReportal menunjukkan Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan basis pengguna internet terbesar secara global. Jumlah ini menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan populasi digital terbesar, bersama negara-negara seperti China, India, dan Amerika Serikat.

Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna internet, tetapi juga dari tingginya adopsi media sosial dan perangkat seluler. Pengguna media sosial di Indonesia tercatat mencapai sekitar 180 juta identitas pengguna, sementara jumlah koneksi seluler telah melampaui total populasi nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, mencakup aktivitas komunikasi, ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Peningkatan penetrasi internet tersebut mencerminkan percepatan digitalisasi di berbagai sektor. Layanan keuangan digital, perdagangan elektronik, dan layanan berbasis aplikasi mengalami pertumbuhan signifikan, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Digitalisasi juga memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan, termasuk di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan infrastruktur.

Namun, pertumbuhan pesat ini juga memperlihatkan tantangan struktural dalam kesiapan digital nasional. Berdasarkan berbagai indeks kesiapan digital global, Indonesia masih berada dalam kategori negara dengan tingkat kesiapan menengah. Artinya, meskipun adopsi teknologi berlangsung cepat, kualitas infrastruktur, keamanan digital, dan kapasitas sumber daya manusia masih perlu diperkuat untuk mencapai tingkat kematangan digital yang lebih tinggi.

Selain itu, kesenjangan digital masih menjadi isu penting. Sebagian masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan kelompok rentan, masih belum sepenuhnya terhubung dengan internet. Kesenjangan ini mencerminkan tantangan dalam memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif dan merata.

Di tingkat global, pertumbuhan pengguna internet Indonesia juga memiliki implikasi strategis. Dengan populasi digital yang besar dan terus berkembang, Indonesia menjadi pasar utama bagi perusahaan teknologi global, sekaligus memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem teknologi domestik. Posisi ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dalam ekonomi digital global, termasuk dalam pengembangan inovasi teknologi dan industri digital.

Transformasi digital yang berlangsung saat ini menandai perubahan mendasar dalam struktur sosial dan ekonomi nasional. Internet tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi telah menjadi infrastruktur utama yang menopang berbagai aktivitas masyarakat modern. Perkembangan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan digital baru di dunia, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kesiapan digital untuk mendukung pembangunan nasional di era teknologi.