Search
Senin 10 Mei 2021
  • :
  • :

Agar Tumbuh ‘Double Digit’ Ekspansi Internasional Menjadi Wajib Bagi Telkom

MAJALAH ICT – Jakarta. "Tanpa program international expansion, Telkom tidak akan mampu meraih revenue double digit,”. Penyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Arief Yahya terkait ekspansi bisnis yang sedang dilakukan Telkom ke berbagai negara. “Untuk mencapai double digit itu, selain inisiatif kita di dalam negeri, kita harus juga melakukan ekspansi internasional,” tambah Arief.

Secara umum, Telkom akan tetap fokus dengan portofolio-nya TIMES (Telecommunication, Information, Media, Education & Services). "Kalau ada peluang TIMES yang menarik, kita akan pertimbangkan untuk mengambilnya. Namun yang spesifik, ada dua strategi yang diterapkan, yakni business follow the people dan business follow the money,” jelas Arief.

Untuk business follow the people, Telkom melihat di mana masyarakat Indonesia itu berada, contohnya ekspansi ke Hongkong dimana terdapat sekitar 200 ribu orang Indonesia. Dari jumlah tersebut diyakini Telkom mampu memberikan layanan di sana sehingga orang Indonesia akan memilih produk dan layanan Indonesia juga.

Begitu pula dengan strategi business follow the money. "Kita menerapkan strategi ini di Australia sebagai salah satu negara yang memiliki gross domestic product tertinggi di dunia,” kata Arief.

Di Australia, Telkom tidak masuk melalui bisnis telekomunikasi melainkan salah satu unsur TIMES, yakni services melalui business process outsourcing (BPO) yang peluangnya masih terbuka lebar. Strategi-strategi seperti itu juga diterapkan ketika Telkom masuk ke Timor Leste dan Singapura.

Arief Yahya menuturkan, tantangan yang sangat mendasar dalam melakukan ekspansi internasional adalah sumber daya manusia (SDM). "Karena cita-cita Telkom adalah global, maka Telkom harus menyertifikasi diri dengan global standard,” tegas Arief Yahya.

Oleh karenanya manajemen Telkom menegaskan bahwa center of excellence dalam pengembangan SDM menjadi inisiatif strategis pertama dan utama. Telkom juga membuat program global talent bagi para karyawana. “Orang yang menjalankan bisnis-bisnis Telkom di kancah internasional itu sebenarnya para global talent yang kini tersebar di berbagai negara,” terang Arief Yahya. Ia berharap, melalui pengembangan kompetensi dan karakter, sumber daya manusia ini tidak hanya berguna bagi Telkom, tetapi juga bagi bangsa dan negara.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *