Search
Jumat 21 Juni 2024
  • :
  • :

Akan Sadap Percakapan di Media Sosial, Komisi I akan Panggil Menkominfo Rudiantara

MAJALAH ICT – Jakarta.  Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana akan memantau percakapan di media sosial. Namun, sebelum memulai untuk memata-matai pengguna medsos, Komisi I DPR akan lebih dulu meminta klarifikasi dari Menkominfo Rudiantara mengenai hal ini.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyatakan pihaknya akan segera meminta klarifikasi kepada Rudiantara mengenai rencana pemerintah yang memantau percakapan di media sosial, saat DPR RI telah masuk masa sidang pada awal Januari 2017 ini. Ditegaskan Abdul Kharis, DPR perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana metode pengaturan dari pengawasan percakapan dari pemerintah.

Menurutnya, pihak pemerintah dan Komsi I belum pernah membahas pemantauan percakapan masyarakat lewat media sosial itu dalam rapat kerja dengan komisi I DPR RI. “Belum dibahas. Saya mau cek dulu ke Pak Menteri Kominfo,” katanya.

Ada informasi bahwa pemerintah tidak hanya akan memantau percakapan di media sosial, namun juga aplikasi chatting seperti WhatsApp, Line, dan BlackBerry Messenger. Pada aplikasi itu, dianggap banyak juga ujaran kebencian, provokatif, hingga informasi hoax dan fitnah yang disebarkan melalui aplikasi chatting. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui, pemantauan di aplikasi chatting ini lebih sulit dilakukan karena sifatnya lebih privat. Namun, bukan berarti pemantauan tidak bisa dilakukan. Hanya saja, penanganan yang dilakukan berbeda dari media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Rudiantara mengatakan, melalui aplikasi chatting, biasanya menyebar informasi atau pesan yang bersifat provokasi dan kebohongan dari satu kontak ke kontak yang lain. Kemenkominfo sendiri, katanya, sudah mempunyai metode untuk melacak siapa pihak pertama yang menyebarkan informasi tersebut. Nantinya, jika diperlukan, Kemenkominfo bisa melapor kepada kepolisian untuk melakukan penindakan hukum.