Search
Rabu 17 April 2024
  • :
  • :

Alex Rusli Tepis Isu Saham QTEL di Indosat Akan Dijual

MAJALAH ICT-Jakarta. Isu bakal dijualnya saham Qatar Telecom yang saat ini bernama Ooredoo berhembus cukup kencang di sidang kasu IM2-Indosat di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi.

Dari isu yang berhembus di sidang IM2, terungkap bahwa ada udang di balik batu, itu lah kira-kira analogi yang menggambarkan kasus IM2 dengan Indosat dengan seterunya, Denny AK dan Kejaksaan. Kasus yang mencuat awal tahun ini dianggap janggal karena baru diungkapkan setelah bertahun-tahun IM2 dan perusahaan lain juga melakukan kerja sama serupa.

Menurut sumber Majalah ICT, sebuah perusahaan publik, apabila tersangkut masalah hukum, maka sahamnya akan disuspend alias tidak bisa ditransaksikan, sehingga otomatis harganya pun bakal jatuh.

Rumor tersebut juga mengatakan ada yang mencoba supaya Indosat dijual dengan harga murah. Ada motif bisnis sangat besar di balik isu tersebut.

Anggota BRTI Nonot Harsono juga memiliki pendapat senada. Menurut dia, sejak awal, kasus IM2 penuh kejanggalan, karena Kejaksaan tidak pernah mau mendengar pendapat dari Kominfo. Padahal,  kata dia, kedua lembaga ini merupakan lembaga negara, di mana diperlukan koordinasi menyangkut hal-hal teknis. Apalagi menyangkut penggunaan frekuensi.

"Dari judul perkarannya saja sudah aneh. Penyalahgunaan frekuensi. Jadi ini ini seperti sudah praduga pasti bersalah.  Kita tidak membela IM2 tapi membela industri dan peraturan. Jangan sampai nanti kita dituduh membela korupsi,” kata Nonot.

Namun, Dirut Alexander Rusli menepis isu tersebut. "Mana mungkin dijual, ini aja baru ganti nama. Indosat lah yang membuat mereka besar," katanya.