Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Alexander Rusli: Merger StarOne di Pita 800 MHz Tak Untungkan Indosat

MAJALAH ICT – Jakarta. Presdir PT Indosat Tbk Alexander Rusli menolak untuk me-merger-kan StarOne dengan operator lainnya mengingat di pita tersebut tidak harus digunakan untuk CDMA.

"Tidak lah, karena arah merger itu dinilai tak menguntungkan Indosat. Frekuensi 800 MHz itu kan tidak harus dipakai untuk CDMA dan FWA, bisa kami pakai untuk yang lain," tuturnya.

Hal tersebut tentu saja tak sejalan dengan imbauan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Muhammad Budi Setiawan bahwa lebar frekuensi masing-masing operator di pita 800 MHz terlalu kecil sehingga tak memadai untuk menggelar LTE.
 
"Untuk menggelar LTE, minimal ada lebar frekuensi 15 MHz-20 MHz sehingga dengan lebar hanya 7,5 MHz yang dimiliki masing-masing operator CDMA, mereka sebaiknya merger," tuturnya.

Sementara itu, PT Smartfren Telekom  mendukung rencana pemerintah mewujudkan satu operator CDMA di pita 800 MHz  melalui konsolidasi 4 operator.

Empat operator yang dimaksud adalah PT Bakrie Telecom, PT Indosat Tbk (StarOne), PT Telkom Tbk (Fren), dan PT Smartfren (Fren).

Direktur Layanan Korporasi Smartfren Merza Fachys mengungkapkan demi efisiensi dan pemanfaatan yang lebih maksimal atas sumber alam yang namanya frekuensi, serta terwujudnya kualitas layanan masyarakat dalam berkomunikasi yang jauh lebih baik, maka konsolidasi frekuensi 800 MHz mutlak diperlukan.

 "Selain itu, ke depan, pemerintah sebaiknya tidak lagi memberikan lisensi dalam pecahan-pecahan keci seperti yang terjadi dengan CDMA di 800 MHz, yang akhirnya membutuhkan penataan ulang di kemudian hari," tuturnya.