Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Alih Fungsi, 30 STO Telkom akan Diubah jadi STAR Data Center

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk akan mengalihfungsikan 30 Sentral Telepon Otomat (STO) akan diubah menjadi gedung layanan pusat data (STAR Data Center) pada tahun 2015. Demikian disampaikan Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Muhammad Awaluddin.

Dijelaskan Awaluddin, hingga 2015 Telkom berkomitmen menyediakan fasilitas pusat data seluas 100.000 meter persegi dan sekitar 30.000 meter persegi, di antaranya untuk layanan STAR Data Center. "Sampai akhir tahun ini, kami harapkan lebih dari 40.000 meter persegi sudah dibangun, termasuk 17.500 meter persegi untuk STAR Data center," ungkapnya.

Ditambahkannya, pusat data yang direalisasikan pada tahun ini, antara lain berada di Jakarta, Surabaya, Banten, Batam, Bandung, Bali, Semarang, Balikpapan, dan Makassar. Untuk semua itu, Telkom mengalokasikan dana investasi sekitar Rp. 1 triliun.

Untuk pengalihfungsian STO, Telkom melakukannya dalam dua tahap, selama dua tahun. "Untuk tahun ini, kami targetkan 18 STO yang sudah dialihfungsikan dengan dana investasi sekitar Rp.1 triliun, sedangkan sisanya 12 STO lagi diselesaikan pada tahun 2015," ucap Awaluddin.

Mengenai perubahan STP jadi Data Center, menurut Awaluddin, penyediaan dan perluasan pusat data tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat, khususnya segmen usaha kecil dan menengah (UKM) serta perguruan tinggi. STAR Data Center, katanya, merupakan layanan yang menyediakan fasilitas data center dan ‘cloud service’ dengan didukung jaringan akses berbasis broadband. 

Sementara itu, EGM Divisi Business Service Telkom Yusron Hariyadi mengatakan, ada beberapa pilihan layanan yang disediakan bagi pengguna pusat data, yakni full rack, half rack, dan berbagai pilihan koneksi akses internet dan koneksi internal dengan beberapa pusat data dari provider lainnya dengan harga yang kompetitif.