Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Analis: Indosat Lebih Lemah daripada yang Diperkirakan

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Indosat, dalam laporan keuangan yang baru dipublikasikannya, sepanjang 2013 merugi hingga sebesar Rp. 2,78 triliun. Ini berarti terjadi perubahan hingga -841,7% dibanding 2012. Secara pendapatan, sesungguhnya Indosat meningkat 6,4% dari 2012, menjadi Rp. 23,855 triliun, dari sebelumnya Rp. 22,418 triliun. Namun begitu, beban usaha meningkat 16,2% di 2013 ini hingga menjadi Rp. 22,345 triliun. Sementara beban lain-lain sebesar Rp. 4,84 triliun. Kondisi keuangan yang laba usahanya Rp. 1,509 triliun diperparah dengan rugi selisih kurs yang mencapai Rp. 2,786 triliun. Kondisi Indosat saat ini juga harus menghadapi hutang sebesar Rp. 23,93 triliun. Dengan kewajiban sewa pembiayaan sebesar Rp. 3,94 triliun.

Dari laporan keuangan Indosat tersebut, menurut Moody’s Investors Service, lembaga pemeringkat rating dan layanan investasi, performansi Indonesia lebih lemah dari yang diharapkan. Dan dalam analisisnya Moody pun menginventarisir penyebab kerugian Indosat.

Seperti disampaikan Nidhi Dhruv, Assistan VP di Moody’s yang juga Lead Analis untuk Indosat, masalah pembayaran biaya urusan hukum terhadap kasus PT Indosat Mega Media, termasuk juga biaya pemeliharaan, pendapat dari interkoneksi, serta biaya personal menjadi penyebab Indosat merugi.   

"Peningkatan Capex untuk modernisasi jaringan dan refarming spektrum frekuensi akan makin memperlemah cash flow Indosat dalam 1-2 tahun ke depan," kata Dhruv, sebagaimana dikutip dari laman moodys.com.

""